Diprediksi Dunia Akan Hadapi Empat Krisis

Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudono, M.S

KBRN, Semarang: Di masa mendatang dunia bakal dihadapkan dengan empat krisis terkait kelangsungan hidup manusia. Empat krisis tersebut adalah  kelangkaan energi, kelangkaan pangan, kelangkaan air bersih, dan kerusakan lingkungan.

Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudono pada Sidang Terbuka Purna Adi Cendekia pada Selasa (05/7/2022)  mengatakan krisis dapat digolongkan menjadi 2 yaitu krisis yang bersifat sementara  ditandai dengan naiknya harga komoditi energi dan pangan tersebut secara luar biasa. Penyebab dari krisis ini ialah adanya bencana alam, peperangan, embargo perdagangan, wabah, dan lain-lain.

Krisis yang kedua adalah krisis yang bersifat absolut, karena memang habisnya sumberdaya pangan dan energi konvensional, akibat pengelolaan yang tidak berencana.

Dikatakannya teknik kimia mempunyai peran yang penting dalam mengatasi kelangkaan atau krisis energi. “Untuk mengatasi keempat kelangkaan tersebut, disiplin ilmu Teknik Kimia sangat relevan untuk mencegah maupun mengatasinya. Disiplin Teknik Kimia memegang peran pokok dan strategis dalam mengatasi masalah tersebut bersama disiplin ilmu yang lain,” ungkap Prof. Bambang.

Dikatakan saat ini, kebutuhan energi masih didominasi oleh energi fosil atau energi konvensional. Pada tahun 2006, pemakaian energi fosil masih sekitar 95% dan pemakaian energi non fosil hanya sebesar kurang dari 5%.

Fenomena pemakaian sumber energi dari energi fosil yang masih sangat tinggi juga hampir terjadi di semua negara di dunia. Untuk mengatasi dan mengantisipasi krisis energi yang akan terjadi, maka program-program yang selama ini dilakukan masih tetap relevan untuk dilanjutkan bahkan harus ditingkatkan atau dioptimalkan,

Dikatakannya untuk mengatasi dan mengantisipasi krisis energi yang akan terjadi, maka program-program yang selama ini dilakukan masih tetap relevan untuk dilanjutkan bahkan harus ditingkatkan atau dioptimalkan, yaitu :

  • Konservasi yaitu penghematan atau mengurangi pemakaian energi fosil.
  • Diversifikasi atau penganekaragaman pemakaian jenis energi selain energi fosil.
  • Efisiensi dan pengoptimalan eksplorasi energi fosil, misalnya menggunakan metode injeksi kimia pada Enhanced Oil Recovery (EOR) .
  • Peninjauan kembali kebijakan di bidang energi
  • Pemberdayaan sumberdaya energi non fosil atau energy alternatif yang sumbernya berlimpah

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar