Kebijakan WFH dan PJJ Akibatkan Penggunaan Internet Meningkat

KBRN, Batang : Kebutuhan internet dari masa ke masa kian meningkat. Melihat manfaatnya yang begitu besar bagi dunia pendidikan dan perekonomian, maka potensi pengguna internet pun akan semakin bertambah di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Peningkatan pengguna internet sudah mengalami peningkatan sejak awal pandemi Covid-19, karena pemerintah mulai memberlakukan Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang lebih mengutamakan pemanfaatan perangkat jaringan internet.

Kepala Kantor Telkom Daerah Batang, Nila Dewi menyampaikan, peningkatan jumlah pengguna internet baru mulai terasa sejak awal Maret hingga Desember 2020 lalu.

“Pertumbuhannya meningkat di sini karena masyarakat memang betul- betul membutuhkan internet, khususnya pelajar dan mahasiswa, serta pekerja yang melaksanakan WFH, jadi sangat bermanfaat. Persentase peningkatannya mencapai 33 persen atau 300 pemasang baru,” ungkapnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/8/2021).

Dia menerangkan, di awal tahun 2021 memang masih terjadi peningkatan, hingga di bulan Mei sempat terjadi penurunan, karena bersamaan dengan momentum lebaran.

“Itu disebabkan kebutuhan masyarakat akan persiapan jelang lebaran sangat tinggi, jadi  sempat sedikit terjadi penurunan menjadi 20% atau 230 pemasang baru. Namun kami tetap optimis hingga Desember 2021, akan terjadi pertumbuhan maksimal di atas 30 persen,” harapnya.

Ia juga berharap, nantinya setelah pemerintah memulai kembali kegiatan perekonomian, pendidikan dan lainnya dengan kenormalan baru, tetapi internet masih melekat untuk menunjang seluruh kebutuhan masyarakat.

“Kebanyakan mereka pasang yang khusus internet, tapi ada juga yang masang harus dengan tv, karena pembelajaran untuk anak lewat tv pun bisa, misalnya Televisi Edukasi,” ujarnya.

Sedangkan bagi pegawai atau pekerja yang melakukan WFH, mayoritas berusia di atas 50 tahun. Kalaupun putra-putrinya masih mahasiswa, kemungkinan ada yang memasang internet sekaligus tv.

Ia berkeyakinan, meskipun Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas mulai diaktifkan, namun pengguna internet akan tetap setia melakukan semua aktivitasnya memanfaatkan internet.

“Masyarakat akan lebih tahu dengan adanya selama pandemi berada di rumah dan itu sangat bermanfaat, itu pasti akan membawa dampak bagi waktu berikutnya, bahwa internet itu penting sekali,” ujarnya.

Di masa sekarang ini, kehidupan keluarga tidak dapat terlepas dari internet. Terlebih di sisi pendidikan sekolah dasar maupun menengah, bahkan perkuliahan tentu sangat penting.

“Saya pun sebagai seorang ibu, pasti memberikan batasan kepada anak-anak, bahwa internet pun bisa diambil positifnya. Kita harus menanamkan pada diri anak-anak, jika sudah dewasa pasti memahami mana yang boleh diakses begitu pula sebaliknya,” imbaunya.

Ia menambahkan, saat ini sedang memfokuskan pada pemasangan jaringan internet di wilayah Kecamatan Tersono dan Reban, karena di daerah tersebut koneksi internet belum begitu baik.

“Kami bekerja sama dengan Diskominfo untuk mencari masyarakat yang membutuhkan sinyal internet. Nanti akan kami dukung untuk melakukan penambahan jaringan di suatu daerah, saat ini sedang mengupayakan supaya bisa menjangkau Desa Kranggan dan Satriyan,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu Telkom bekerja sama dengan Diskominfo berdiskusi dengan para Kepala Desa, untuk mengetahui daerah mana saja yang belum dijangkau jaringan internet.

“Jumlah pelanggan bisa mencapai 30 orang dengan kecepatan 20-50 Megabit, di balai desa, sekolah atau warga yang sudah ikut mendaftar juga bisa,” katanya.

Ia mengharapkan, pandemi segera berakhir, namun penggunaan internet tetap berlanjut, karena hampir semua kegiatan masyarakat sangat dipermudah. Sekarang semua aktivitas di dunia pendidikan, pemerintahan, jual beli memanfaatkan jaringan internet.

“Apabila ada daerah yang belum dijangkau internet, pihak Telkom dapat mengupayakan dengan Telkomsel Orbit. Yakni internet rumah serba digital dengan modem wifi, kualitas 4G LTE,” tandasnya. (MC Batang Jateng/Heri)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00