Keren, Desa di Blora Manfaatkan Tenaga Angin dan Matahari untuk Penerangan Jalan

KBRN, Blora : Sebuah desa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah memanfaatkan energi angin dan sinar matahari untuk melakukan penerangan jalan. Hasilnya pun cukup memuaskan, jalan sejauh satu kilometer yang awalnya gelap gulita, kini jadi terang benderang pada malam hari. 

Ialah Desa Sukorejo di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kades Sukorejo Sutrisno mengatakan, alat penerangan jalan itu diberi nama Omah Setrum (Omset) Pintar. Penciptanya adalah salah satu guru di SMK Negeri Blora Bernama Nur Chanief. 

"Kami dari pemerintah desa mendapat program Teknologi Tepat Guna (TTG), awalnya kami tahu dari rekan juga terkait TTG ini. Selanjutnya kami menghubungi pak Noer Chanief untuk membuatkan kincir angin ini untuk penerangan jalan, karena memang jalan ini kan masih gelap," kata Sutrisno, Rabu (25/8/2021). 

Dirinya mengungkapkan, kincir angin yang dilengkapi dengan Solar Cell tersebut untuk saat ini hanya digunakan untuk penerangan jalan saja.

"Sangat bermanfaat sekali, untuk sementara baru penerangan jalan, mungkin dengan perjalanan waktu bisa nanti kita gunakan untuk ke yang lainnya," tambahnya.

Sementara itu, Noer Chanief yang merupakan inovator kincir angin Omah Setrum Pintar  mengaku awal mulanya dirinya dimintai Kades Sukorejo untuk membuatkan penerangan jalan dari kincir angin.

"Kincir ini hadir atas permintaan Pak Kades Sukorejo untuk mengatasi permasalahan penerangan jalan desa yang hampir satu kilometer tidak ada penerangan," terangnya.

Menurut Noer, dengan karakteristik sumbu vertikal kincir angin tersebut dirinya optimis akan mampu mengatasi kelangkaan listrik yang ada di daerah khususnya di desa-desa yang ada di Blora.

"Kalau kita jeli memanfaatkan potensi angin ini, kita juga akan mendapatkan listrik, terbukti di desa-desa di blora sudah ada yang pasang juga seperti Kedungringin, Tutup, dan masih banyak lainnya," bebernya.

Masih menurut Noer, selain harganya yang terjangkau, biaya perawatannya pun bisa dikatakan sangat murah dan tidak sulit.

"Untuk perawatan ini hampir katakanlah bebas perawatan, laker sekali pelumasan itu juga bertahan lama, air aki secara rutin sebulan sekali kita buka, paling nambah air sedikit-sedikit, udah itu aja," pungkasnya. (Ramananda) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00