42 Desa di Blora Proyek Percontohan Layanan CMS

Wabup Tri Yuli saat launching program cms.jpg

KBRN, Blora : Sebanyak 42 desa di Blora, menjadi pilot project layanan  Cash Management System (CMS) pemerintah desa. Desa-desa yang menjadi pilot project tersebut, terdiri dari 1 desa di 15 Kecamatan dan seluruh Desa  di  Kecamatan Ngawen.

Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati,  mengemukakan,  dalam rangka optimalisasi implementasi elektronifikasi transaksi, di tahun 2022 Pemkab Blora  menyusun rencana aksi atau target prioritas elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

Kongkritnya,  telah ditunjuk 27 desa di Kecamatan Ngawen dan 1 desa di 15 kecamatan lainnya yang ada di Blora sebagai pilot project penggunaan layanan cash management system (cms) Bank Jateng.

“Program tersebut selain sebagai implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah Kabupaten Blora juga untuk mewujudkan pengelolaan/ penatausahaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan tertib,” jelas Wabup.

Menurutnya,  layanan CMS sebagai salah satu solusi agar transaksi belanja lebih mudah dan cepat.  Jika sebelumnya harus datang ke Bank Jateng untuk mencairkan uang dari rekening kas desa (RKD) dan kemudian antri, sekarang cukup bertransaksi dari kantor desa atau dari rumah.

“ Sebanyak 42 desa yang menjadi pilot project layanan CMS dan sudah mendapat sosialisasi, bimbingan teknis, diharapkan bisa dengan baik. Selanjutnya tahun depan diharapkan semua desa di Blora juga menggunakan layanan CMS untuk transaksi belanja keuangan desanya,” harapnya.

Wabup  berpesan agar para kepala desa yang desanya menjadi pilot project, bisa mengikuti arahan dan aturan yang berlaku.

“Karena approval ada di panjenengan, artinya tanggung jawab ada di panjenengan. Operator maupun sekretaris desa, yang ada di bawah koordinasi panjenengan, tolong diberikan arahan dan petunjuk yang sesuai aturan. berikan kewenangan sesuai dengan porsinya,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris PMD Blora, Ignatius Ari Susanto menjelaskan,   launching CMS di Blora  telah ditunjuk sebanyak 42 sesa yang terdiri dari 1 desa di 15 Kecamatan dan seluruh Desa di satu Kecamatan.

“ Seluruh desa yang ikut yaitu di Kecamatan Ngawen, sedangkan satu Desa di 15 Kecamatan lainnya juga sudah mendapatkan sosialisasi CMS yang pesertanya adalah para Kades, dan Operator Desa,” ucapnya.(Ramananda)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar