Mendes PDTT : Dana Desa Bisa Untuk Penanganan PMK

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar. Foto: Dyas

KBRN, Magelang : Dana desa sangat dimungkinkan  untuk dimanfaatkan penanganan penyakit mulut dan kuku (PKM) yang menyerang hewan ternak.

“Pada nomenklatur APBDes dari dana desa tersebut ada nomenklatur tanggap bencana. PMK di level desa sebagai bencana ketika cukup massif, maka dana desa sangat dimungkinkan bisa dimanfaatkan untuk penanganan PMK,” kata  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar usai memberikan kuliah umum usai memberikan kuliah umum 'Pembangunan Desa berbasis SDG's Desa' di Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang, Kamis (7/7/2022).

Abdul Halim mengatakan, penggunaan dana desa untuk penanganan PMK di desa-desa  tersebut yakni untuk kegiatan isolasi, sterilisasi lingkungan, dan filterisasi ternak.

Menurutnya, kegiatan isolasi ternak tersebut merupakan salah satu kewenangan desa. Kemudian,  sterilisasi lingkungan untuk mencegah agar tidak ada hewan ternak keluar- masuk  ke desa tersebut.

“PMK tersebut tidak perlu menunggu adanya status bencana nasional. Maka, PMK harus segera mendapatkan penanganan lebih dini,” katanya.

Ia menambahkan,  PMK  yang menyerang hewan ternak tersebut sangat berdampak luas pada  masyarakat dan dampak  yang paling banyak dirasakan masyarakat di tingkat desa.

Abdul Halim menambahkan,  dalam penanganan PMK di desa-desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tidak bisa melakukan pengadaan vaksin PMK, karena vaksin tersebut  telah terpenuhi  Kementerian Pertanian.

Adapun, kewenangannya, seperti menyiapkan  tempat lokalisasi hewan ternak supaya tidak menyebar  ke mana-mana dan anggaran yang digunakan yakni menggunakan dana desa.

Ia menambahkan, penggunaan dana desa diperbolehkan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia.

“Penggunaan dana desa diperbolehkan, asalkann untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia,” ujarnya. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar