Sambut Hari Jadi Ke-197, Sebanyak 87 Anak Ikuti Khitanan Massal Ceria

Sunatan massal dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonosobo Ke-197 di Kompleks Masjid Jami, Rabu, (06/07/2022).

KBRN, Wonosobo: Sebanyak 87 anak dari perwakilan seluruh Kecamatan di wilayah Kabupaten Wonosobo mengikuti khitanan massal ceria yang digelar oleh Masjid Jami’ bekerjasama dengan Pemkab Wonosobo. Acara tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonosobo Ke-197 di Kompleks Masjid Jami, Rabu (06/07/2022).

Ketua Panitia Khitanan Massal Ceria Faturohman berharap, acara tersebut dapat berjalan dengan sukses, lancar, dan sempurna. Diakuinya, peserta paling muda yang mengikuti sunatan massal berusia 3 tahun.

“Peserta khitan yang paling muda berusia 3 tahun terdiri dari semua perwakilan Kecamatan se-Wonosobo, saya menyampaikan apresiasi kepada semua donatur yang telah menyukseskan acara ini,” ujarnya.

Lanjutnya, proses pelaksanaan khitan  dilakukan oleh tim medis dari Palang Merah Indonesia yang bekerjasama dengan para dokter dan mantri Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Setjonegoro sebanyak 16 orang. Harapnya, melalui bakti sosial sunatan massal mampu melahirkan generasi penerus Wonosobo misalnya impian menjadi bupati.

Senada dengan Faturohman, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat juga berharap anak-anak yang sudah disunat menjadi generasi sholeh yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Melalui acara sunatan massal, bersama kita titipkan ilmu dan terus mendoakan kedua orang tua sebagai wujud syiar Qur’an.

“Selamat kepada anak-anakku yang hari ini disunat semoga lekas sembuh, terus menjadi generasi yang sholeh dengan mendoakan kedua orang tua kita,” pungkas Afif.

Acara khitanan massal ceria, Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar dan Afif Nurhidayat juga berkesempatan memberikan pakaian muslim dan Al-Qur’an kepada peserta sunat secara simbolis. Dilanjutkan dengan pemotongan tumbeng, pemotongan pita, dan arak-arakan keliling Kantor PDAM, Alun-Alun Kota, serta kembali lagi ke Masjid Jami’.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar