KUR Pertanian, Akses Modal Petani Kembangkan Usaha

KBRN, Semarang : Pemerintah melalui Kementrian Pertanian (Kementan) berupaya menjadikan pertanian tanah air, lebih baik dan produktif. Salah satu cara menyukseskan pertanian ialah dengan menfasilitasi akses petani terhadap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bidang pertanian. 

Menurut Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti,  KUR dinilai memiliki peranan penting untuk mengurangi beban petani di awal masa tanam.

"Pemerintah juga perlu mengurangi beban petani terhadap besaran biaya input pertanian dengan memberikan dukungan kepada petani berupa fasilitasi kepada perbankan atau lembaga penyalur KUR lainnya untuk mengakses KUR pertanian dan juga memastikan ketersediaan jaringan irigasi  pertanian yang baik," terangnya melalui pesan tertulis, Selasa (24/5/2022).

Ia menilai peranan penyuluh pertanian cukup efektif. Terbukti, saat ini banyak para petani yang belum memiliki akses informasi cukup mengenai manfaat dan tata cara mengakses KUR pertanian.

"Karena keterbatasan informasi dan pengetahuan. Oleh karena itu, disini peran penyuluh pertanian sangat vital untuk membimbing para petani tentang tata cara memperoleh KUR pertanian," ujarnya.

Sucihatiningsih pun melanjutkan, KUR memiliki banyak manfaat dalam membantu permodalan petani. Salah satunya adalah mendorong para petani menjauhi pinjaman modal dengan bunga  tinggi oleh para rentenir.

"KUR pertanian dapat membantu petani untuk memperoleh modal dalam memulai usaha tani dan juga membantu petani untuk terhindar dari jeratan hutang rentenir yang dapat membebani para petani," lanjutnya. 

Terjadinya pembatasan pupuk subsidi pun menjadi perhatian penting Prof Sucihatiningsih. Ia menyebut, jumlah pupuk yang terbatas ini petani masih dapat mencari alternatif dalam memenuhi kebutuhan pupuk.

"Kemandirian para petani untuk menyediakan kebutuhan pupuk organik secara mandiri melalui pembuatan pupuk organik dengan cara pengolahan limbah ternak. Hal ini sekaligus menjadi peluang untuk dapat diimplementasikan pertanian terintegrasi supaya tercipta sirkular ekonomi yang dapat meningkatkan efisiensi pertanian," tutupnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Kementan telah memfasilitasi kebutuhan masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian melalui dana KUR.

Syahrul berharap, program KUR juga dapat mendongkrak kinerja pertanian khususnya di tahun anggaran (TA) 2022 seiring dengan upaya penguatan produksi pangan, nilai tambah, dan daya saing produk pertanian tersebut.

"Kami selalu bersoal dengan anggaran. Oleh karena itu tadi ada kesepakatan kami bahwa anggaran Kementan 2022 harus bisa terakselerasi dengan daya produktifitas yang lebih baik melalui pemanfaatan kebijakan KUR yang digulirkan Presiden Joko Widodo untuk dimanfaatkan di bidang pertanian," ucap Mentan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar