Muktamar Muhammadiyah di Solo Gunakan E- Voting

KBRN, Magelang : Pengurus Pusat Muhammadiyah akan menggelar Muktamar Muhammadiyah di Solo, 18-20 November mendatang.

Pelaksanaan muktamar tersebut sempat tertunda selama dua tahun, karena adanya pandemi Covid-19.

“Insyallah muktamar akan diselenggarakan 18 sampai 20 November di Surakarta. Dan mundur dua tahun,’’ kata Ketua PP Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad kepada wartawan di sela-sela seminar pra-muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah ke-48 di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma).

Dadang mengatakan, pihaknya merencanakan pelaksanaan muktamar tersebut dengan model gabungan  secara daring dan luring. Yakni, 300 orang akan hadir secara luring di Solo dan 2.700 orang lainnya, secara daring di masing-masing wilayah.

Para peserta tersebut hanya anggota Tanwir dan Ketua PDM, berjumlah sekitar 300 orang. Sedangkan, isanya sebanyak 2.700 orang mengikuti acara dari daerah masing-masing secara daring.

Menurutnya, pada muktamar yang mengambil tema 'Memajukan Bangsa dan Mencerahkan Semesta', berbagai kegiatan pendukung akan dilaksanakan, seperti seminar dan lainnya.

Selain itu, sebagian kegiatan diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah, ada pula yang diselenggarakan oleh wilayah, daerah, cabang dan ranting.

Ia menambahkan, pada muktamar di Solo mendatang, pihaknya akan menerapkan e-voting untuk memilih kepengurusan Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk periode lima tahun mendatang.

Penerapan e-voting tersebut merupakan pertama kali dilakukan oleh PP Muhammadiyah pada pelaksanaan mukatmar tersebut, sebagai salah satu upaya pencegahan penularan Covid-19

"Muhammadiyah sangat berhati-hati dengan wabah. e-voting ini merupakan pertama kali digunakan . Dulu e-counting, sekarang e-voting Begitu selesai, sudah ada hasilnya)," ujarnya. Dyas

KBRN, Magelang : Pengurus Pusat Muhammadiyah akan menggelar Muktamar Muhammadiyah di Solo, 18-20 November mendatang.

Pelaksanaan muktamar tersebut sempat tertunda selama dua tahun, karena adanya pandemic covid-19.

“Insyallah muktamar akan diselenggarakan 18 sampai 20 November di Surakarta. Dan mundur dua tahun,’’ kata Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad. Dadang kepada wartawan di sela-sela seminar pra-muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah ke-48 di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma).

Dadang mengatakan, pihaknya merencanakan pelaksanaan muktamar tersebut dengan model gabungan  secara daring dan luring. Yakni, 300 orang akan hadir secara luring di Solo dan 2.700 orang lainnya, secara daring di masing-masing wilayah.

Para peserta tersebut hanya anggota Tanwir dan Ketua PDM, berjumlah sekitar 300 orang. Sedangkan, isanya sebanyak 2.700 orang mengikuti acara dari daerah masing-masing secara daring.

 Menurutnya, pada muktamar yang mengambil tema 'Memajukan Bangsa dan Mencerahkan Semesta', berbagai kegiatan pendukung akan dilaksanakan, seperti seminar dan lainnya.

Selain itu, sebagian kegiatan diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah, ada pula  yang diselenggarakan oleh wilayah, daerah, cabang dan ranting. Ia menambahkan, pada muktamar di Solo mendatang, pihaknya akan menerapkan e-voting untuk memilih kepengurusan Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk periode lima tahun mendatang.

Penerapan e-voting tersebut merupakan pertama kali dilakukan oleh PP Muhammadiyah pada pelaksanaan mukatmar tersebut, sebagai salah satu upaya pencegahan penularan covid-19

"Muhammadiyah sangat berhati-hati dengan wabah. e-voting ini merupakan  pertama kali digunakan . Dulu e-counting, sekarang e-voting Begitu selesai, sudah ada hasilnya)," ujarnya. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar