Dispeterikan Kabupaten Magelang Tutup Sementara 8 Pasar Hewan

KBRN, Magelang : Dinas  Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang menutup seluruh pasar hewan yang ada di wilayah Kabupaten Magelang. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

‘Sebanyak delapan pasar hewan yang ada di wilayah Kabupaten Magelang kami tutup selama dua pecan mulai 26 Mei hingga 6 Juni mendatang,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Joni Indarto, Selasa (24/5/2022).

Joni mengatakan, delapan pasar hewan yang ada di Kabupaten Magelang dan ditutup sementara itu yakni, Pasar Hewan Muntilan, Grabag, Kaliangkrik, Salaman, Borobudur, Ngablak, Pakis, dan Windusari.

Dari delapan pasar hewan tersebut, dua di antaranya merupakan pasar hewan terbesar di Kabupaten Magelang, yakni Pasar Hewan Muntilan dan Grabag.

Menurutnya, langkah antisipasi tersebut dilakukan setelah menemukan dua ekor sapi yang terduga terkena penyakit mulut dan kuku.

“Dua ekor sapi yang suspek ( terduga) terkena penyakit mulut dan kuku tersebut yang ditemukan di Kecamatan Salam, sapi tersebut dibeli di Pasar Hewan Muntilan. Sedangkan yang ada di wilayah Kecamatan Grabag, berasal dari Pasar Hewan Ambarawa,” kata Joni.

Ia menambahkan, selama pasar-pasar hewan tersebut ditutup, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan di pasar tersebut. Selain itu, pihaknya juga telah membuat surat edaran sosialisasi kepada seluruh camat di Kabupaten Magelang,  terkait dengan pencegahan dan ciri-ciri penyakit mulut dan kuku yang bisa menyerang ternak sapi, kerbau dan kambing/domba.

Kecewa

Sementara itu, pada penutupan Pasar Hewan Muntilan Selasa (24/5/2022), masih banyak pedagang ternak yang mengaku belum mengetahui informasi penutupan pasar hewan tersebut. mereka berdatangan ke pasar hewan tersebut bertepatan dengan hari pasaran, yakni hari Kliwon (penanggalan Jawa).

Triyono ( 46) salah satu pedagang ternak kambing mengaku dirinya tidak mengetahui adanya rencana penutupan Pasar Hewan Muntilan. Ia mengaku, para pedagang tidak mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu.

“Senin kemarin bertepatan dengan pasaran Wage di Pasar Hewan Salaman, tidak ada pemberitahuan apapun tentang rencana penutupan seluruh pasar hewan selama dua minggu,” kata Triyono.

Ia juga mengaku kecewa, karena akibat penutupan pasar hewan karena adanya penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak sapi, tetapi para pedagang kambing/domba juga terkena imbasnya.

"Semua pedagang kecewa kalau ditutup. Yang terkena sapi, dampaknya kambing juga. Setahu saya pengumuman penutupan pasar hewan itu sangat mendadak," ujarnya.

Lantaran sudah terlanjur datang ke pasar hewan dengan membawa kambing, para  pedagang hewan ternak kambing  memilih untuk berjualan ternaknya di sepanjang jalan di depan  pasar hewan tersebut. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar