Rusun Ponpes Al Hidayah Kranggan Diresmikan

KBRN, Temanggung: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (KemenPUPR) meresmikan Rumah Susun Pondok Pesantren (Rusun Ponpes) Al Hidayah Kabupaten Temanggung yang menjadi program dari Direktorat Jenderal Perumahan KemenPUPR RI, bertempat di Depan Gedung Rusun Ponpes Al Hidayah, Desa Pendowo, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Senin (23/5/2022).

Bupati dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR, melalui Direktur Jenderal Perumahan yang telah melaksanakan pembangunan Rusun Ponpes Al Hidayah Kranggan pada Tahun 2021 yang saat ini telah selesai dan siap dipergunakan.

Program atau kegiatan pembangunan Rusun Ponpes ini sangat membantu pengasuh pondok pesantren dan para santri untuk mendapatkan asrama yang layak selama proses belajar mengajar, meningkatkan mutu dan kualitas para santri, serta mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak mulia.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dirjen Perumahan, kemudian PUPR, dan seluruh staf atas perhatian bapak, ibu sekalian juga dalam membangun Kabupaten Temanggung,” kata Bupati.

Selanjutnya Bupati mengatakan, dengan memaksimalkan sumber pendanaan untuk pembangunan guna berbagai kebutuhan masyarakat dari berbagai pihak sangat penting, mengingat sumber pembiayaan dan pendanaan yang sangat terbatas.

“Pemerintah Kabupaten Temanggung senantiasa ingin menjalin hubungan dan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan DPR RI, Kementerian, Pemerintah Provinsi, DPRD Provinsi dan juga dengan semua stakeholder yang berkepentingan dan punya peranan dalam pembangunan Kabupaten Temanggung,” imbuhnya.

Dengan mengusulkan kembali pembangunan Rusun Ponpes tahun 2023 dan pengusulan pembangunan rumah tidak layak huni BSPS untuk tahun 2023 tersebut, Bupati berharap jumlah bantuan program BSPS dapat ditingkatkan kembali untuk tahun mendatang, sehingga bisa mencapai lebih dari 2440 rumah.

“Harapan kami, jumlah bantuan program BSPS ini dapat ditingkatkan kembali di tahun-tahun mendatang, sehingga bisa mencapai lebih dari 2440 rumah, karena Temanggung masih besar rumah tidak layak huninya,” harapnya.

Dirjen Perumahan KemenPUPR menyatakan, menyiapkan peningkatan kualitas rumah yang belum memadahi dan adanya kebutuhan-kebutuhan perumahan, khususnya rumah susun untuk pendukung kegiatan pendidikan menjadi amanat yang harus dijalankan di berbagai daerah di Indonesia.

“Ini berbasis usulan dari masing-masing pondok pesantren, pemerintah daerah dan sebagainya. Kemudian kami lakukan proses verifikasi, persiapan lahan, persiapan pengelolaan, dan prioritas urgensi pemanfaatannya yang menjadi hal yang penting,” terangnya.

Ia berharap, dengan selesainya pembangunan tersebut, bangunan tetap terpelihara apik dan resik dengan pengelolaan yang baik serta bermanfaat untuk pengembangan pendidikan karakter Indonesia.

“Memberikan manfaat, khususnya pondok pesantren untuk pengembangan pendidikan karakter Indonesia. Dan kita berharap, bangunan ini bisa tetap terawat dengan baik, dipelihara apik, resik, dengan pengelolaan yang memadahi,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar