Dinkes Semarang Gandeng BPJS Kesehatan Antisipasi Peningkatan Diabetes

KBRN, Semarang : Dinas Kesehatan Kota Semarang terus menggandeng BPJS Kesehatan dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan masyarakat sehat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam pada kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Berkala Cegah Obesitas (PERKASA), Senin (9/5/2022).

“Selain dengan BPJS Kesehatan, kami juga membutuhkan dukungan dari rekan-rekan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), khususnya dokter praktek perorangan (DPP), klinik dan juga Puskesmas untuk melakukan pengecekan secara maksimal. Semua upaya ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk Kota Semarang,” ucapnya.

Hakam menjelaskan, Program PERKASA yang berkonsentrasi pada pengendalian penyakit diabetes mellitus ini dibentuk sesuai dengan mandat Presiden dan Menteri Kesehatan. Pemerintah berpacu semaksimal mungkin dalam menekan kasus-kasus kesehatan yang berhubungan dengan penyakit metabolik yang angkanya selalu meningkat setiap tahun. Melalui program ini, pemerintah bersama dengan BPJS Kesehatan mengajak masyarakat dengan usia produktif (17-35 tahun) untuk berkunjung ke FKTP agar melakukan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT).

“Penyakit diabetes mellitus ini perlu ditemukan sejak dini untuk menekan risiko terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan penyakit kronis lainnya. Sebuah kota dikatakan maju kalau rakyatnya sehat, sehingga pendidikannya bisa mencapai titik maksimal, dan cita-cita negara ini di tahun 2025 sesuai tagline ‘Indonesia Maju’ bisa tercapai,” ungkap Hakam.

Menilik data yang dihimpun BPJS Kesehatan, sebanyak 112.902 peserta usia 17-35 tahun yang telah melakukan kunjungan ke FKTP telah melakukan pengecekan IMT sampai dengan bulan Februari 2022. Dari hasil kunjungan tersebut didapati data Peserta dengan IMT gemuk dan obesitas sebanyak 26%, kurus 8 %, dan normal 66%. Indikasi kecenderungan gemuk dan obesitas didominasi oleh perempuan.

“Dari potret pelayanan kesehatan yang ada di BPJS Kesehatan, kami menangkap peserta yang berkunjung ke fasilitas kesehatan (faskes), cenderung membutuhkan pelayanan kesehatan kuratif. Artinya pelayanan kesehatan di Program JKN-KIS ini banyak didominasi oleh masyarakat sakit, sedangkan yang sehat masih minim,” tutur Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar.

Andi berharap dengan dicetuskannya program PERKASA ini masyarakat sehat turut melakukan kontak dengan faskesnya. Tingginya kunjungan sehat dapat membantu penyedia layanan kesehatan dalam memetakan kondisi kesehatan sejak dini. Pemetaan ini selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk perumusan treatment pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada 121 FKTP yang telah aktif melaksanakan program ini, dan kami ucapkan selamat pula terhadap Top Five Best Permormance “PERKASA” yang telah 100% pencapaiannya dalam pelaksanaan program ini. Kami harap rekan-rekan di FKTP tetap melakukan pemantauan kepada peserta dengan status obesitas agar pada akhirnya bisa menjadi normal kembali,” ujar Andi.

Sebagai informasi, FKTP dengan Top Best Performance dalam dukungannya atas Program PERKASA untuk kategori DPP diraih oleh Engkis Tresnawati, Budi Laksono, Ratna Kurniasari, Sri Windarti, dan Siti Zubaedah. Untu kategori Klinik, penghargaan ini diraih oleh Bina Medika, Dwi Puspita I, Arjuna, Puspita, dan Mitra Umat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar