Kota Pekalongan Masuk 3 Besar Lomba PPEP Tingkat Jateng

KBRN Pekalongan : Ibu-ibu kreatif dan inovatif  Kelompok Cantika Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan mewakili Kota Pekalongan dalam 3 besar lomba Peningkatan Produktifitas Ekonomi Perempuan Kota Pekalongan (PPEP) tingkat Jawa Tengah. 

Usai melalui proses yang panjang, tim penilai Jawa Tengah melakukan verifikasi lapangan ke Kota Pekalongan, guna memastikan sekaligus tindaklanjut dari hasil evaluasi paparan program dan kegiatan PPEP. Ini untuk memperoleh informasi yang lebih obyektif di lapangan dengan melihat buku adminitrasi, dukungan dari pemerintah daerah setempat dan inovasi serta produk kelompok binaan yang ada. 

Tim tersebut terdiri atas Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), TP PKK Jawa Tengah dan dinas-dinas terkait yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah.

Tim penilai Provinsi langsung disambut baik oleh Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono SSos MSi, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPMPPA Kota Pekalongan, Nur Agustina Spsi MM, Sekcam Pekalongan Selatan, Agung Jaya Kusuma Aji SH, Lurah Jenggot, Musthofa Hadi SE, dan ibu-ibu kelompok Cantika, bertempat di Kelurahan Jenggot,Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Rabu(8/12/2021).

Selain Kota Pekalongan, tim penilai telah menetapkan peserta lomba yang masuk dalam 3 besar yaitu Kelompok Toko Bahasa (Kabupaten Batang) dan Kelompok Srikandi Bahari (Kabupaten Kendal) yang secara berurutan akan dinilai untuk pertimbangan penentuan juara terbaik I, II,  dan III.

Perwakilan tim penilai lomba PPEP selaku Korlap BKOW, Lydia Rini mengungkapkan, pembangunan sumber daya perempuan terus dilakukan,salah satunya melalui kegiatan PPEP yang bertujuan untuk pemenuhan hak ekonomi perempuan. Dimana, dalam kebijakan itu memberi ruang kontribusi perempuan terhadap peningkatan pendapatan keluarga sudah menjadi kebutuhan melalui kegiatan produktivitas dalam menghasilkan produk-produk lokal rumahan.

“Adapun indikator yang kami nilai diantaranya produktivitas dari masing-masing kelompok pelaku UMKM,kemasan,rasa, pemasaran luas produknya,hingga dukungan dari pemerintah daerah setempat baik di tingkat kelurahan,kecamatan, ataupun tingkat kota,” tutur Lydia.

Menurut Lydia, antusias dan semangat ibu-ibu Kelompok Cantika dalam menghasilkan produk-produk unggulan ini sangat luar biasa,terbukti dengan produk mereka mampu bersaing dan bisa dipasarkan secara meluas baik lewat online maupun offline.

“Alhamdulillah antusias mereka sungguh luar biasa, produk-produk yang dihasilkan juga bagus-bagus,salah satu contohnya memanfaatkan kain perca ini menjadi barang yang bernilai jual tinggi berupa bantal, daster, masker, dan sebagainya. Selain ke Kota Pekalongan, kami juga akan lakukan penilaian serupa di Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal," tegas Lydia.

Plt DPMPPA Kota Pekalongan,  Sabaryo Pramono Ssos MSi mengaku bersyukur dalam program Pengarusutamaan Gender melalui kegiatan PPEP ini, ibu-ibu produktif yang tergabung Kelompok  Cantika bisa masuk 3 besar lomba PPEP Tahun 2021 mewakili Kota Pekalongan di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Disampaikan Sabaryo, Pemkot Pekalongan melalui DPMPPA selalu mendampingi dan mengawal beberapa kegiatan produktivitas dan pemberdayaan ibu-ibu ini untuk memberikan pelatihan maupun memberikan ruang bagi mereka dalam memamerkan produk buatannya di berbagai kesempatan acara. 

Pihaknya menjelaskan,nantinya Kelompok Cantika Kelurahan Jenggot bisa menjadi pilot project dan percontohan kelompok usaha rumahan di kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Pekalongan.

“Dalam beberapa peringatan tertentu yang digelar Pemkot,misalnya kemarin HUT Dharma Wanita,dan sebagainya kita beri kesempatan mereka untuk mendisplay produk-produk mereka melalui bazar,pemasaran online maupun offline, serta kami juga selalu melakukan diskusi dan menampung masukan mengenai kendala/permasalahan yang dihadapi ibu-ibu ini untuk mengembangkan usahanya,” ungkap Sabaryo.

Lurah Jenggot, Musthofa Hadi SE, memberikan dukungan penuh terhadap semangat dan kreativitas para ibu-ibu Kelompok Cantika ini baik dukungan legalitas melalui penerbitan SK, memberikan ruang promosi bazar bekerjasama dengan perangkat kelurahan lain seperti TP-PKK, BKM, dan sebagainya, pertemuan-pertemuan rutin dan mengajak warganya untuk menggunakan produk-produk Kelompok Cantika ini.( Miftachudin - Pekalongan).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar