Video Viral Warga Semarang Jalan Kaki ke Jakarta, Begini Kata Polisi

KBRN, Semarang: Sebuah video viral di laman online di Jateng mendapat tanggapan dari Polda Jateng. Dalam video tersebut tampak diketahui seorang bapak yang berjalan kaki membawa perbekalan sambil menuntun sebuah tongkat. Niatannya, dia berangkat ke Mabes Polri untuk memperjuangkan nasib anaknya.

Dari penelusuran, diketahui bapak tersebut bernama Riko Mamura Putra (45) warga Kauman, Semarang Tengah, Kota Semarang. Berdasarkan laporan aduan di Polres Demak pada 22 Februari 2019, Riko melaporkan dugaan penganiayaan terhadap anaknya, Bunga (nama samaran) yang diduga dianiaya oleh pengurus sebuah pesantren di Demak.

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono menyatakan, kasus penanganan terhadap laporan Riko Mamura tentang dugaan penganiayaan terhadap anaknya tetap berjalan terus.

Laporan itu diawali ketika mendapat informasi dari teman anaknya yang bernama Ilham bahwa terjadi penganiayaan pada santri di ponpesnya. Riko kemudian melakukan kroscek kepada sejumlah orang tua santri dan sepakat untuk mengambil anaknya untuk tidak dipondokkan lagi di ponpes itu. 

Setelah tak di ponpes, Bunga mengaku juga mengalami penganiayaan saat di Ponpes. Tak terima atas pengakuan anaknya tentang penganiayaan itu , Riko kemudian melapor ke Polres Demak.

Terkait hal di atas, Kapolres Demak menjelaskan, sudah bersifat responsif terkait laporan itu. 

"Kami sudah mendatangi TKP, melakukan klarifikasi terhadap korban dan saksi. Kami juga telah melakukan pemeriksaan fisik dan psikologis pada korban," ungkapnya secara tertulis, Senin (6/12/2021) sore.

Bahkan, Kapolres menyatakan telah  diadakan gelar perkara di Bagian Pengawasan Penyidikan Ditreskrimum Polda Jateng pada 16 September 2021.

"Kami juga menggelar klarifikasi tambahan terkait kasus ini termasuk gelar perkara pada 10 Desember mendatang di Polda," jelas Kapolres.

Menurutnya, pihaknya melakukan berbagai upaya agar setiap laporan masyarakat bisa tertangani dengan  profesional dan prosedural. 

Sementara itu, Kapolda Jateng melalui Kabid Humas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menegaskan, Polri mempunyai prinsip menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Meski begitu, Polri mengacu aturan dan prosedur hukum sesuai KUHAP.

"Kasus ini tidak berhenti. Polri tetap berupaya menangani permasalahan yang dilaporkan masyarakat sesuai koridor yang berlaku tanpa pandang bulu," jelasnya.

Iqbal juga menambahkan agar masyarakat bersikap bijak menanggapi kasus ini dan tidak terburu-buru berprasangka negatif pada salah satu pihak.

"Proses hukum saat ini tengah berjalan. Mohon masyarakat bersabar. Bahkan nanti tanggal 10 Desember sudah dijadwalkan gelar perkara di bagian Wassidik Polda Jateng," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar