Penyandang Autis, Tuna Daksa, dan Tuna Rungu Dilatih Keterampilan Batik Ciprat

KBRN, Pati : Pemerintah berkewajiban untuk memberdayakan warganya untuk aktivitas yang dapat memberikan kemanfaatan bagi diri sendiri, kelompok maupun masyarakat. Termasuk memberdayakan para penyangan disabilitas (orang dengan kebutuhan khusus) dengan pelatihan keterampilan untuk hidup.

Kemenpora RI bersama Paguyuban Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati mengadakan pelatihan batik ciprat kepada pemuda disabilitas. Pelatihan tersebut berlangsung dua hari. Sehari penyampaian materi di aula Disos P3A dan KB, Sabtu (27/11/2021), dan praktiknya di Sekretariat PPDI pada Minggu (28/11/2021).

Ketua PPDI Kabupaten Pati Suratno mengatakan, sudah lama menginginkan adanya kegiatan seperti ini, bagi para penyandang disabilitas, terutama anak-anak autis.

“Awalnya dari penyandang tuna daksa hanya mengembangkan batik tulis, tapi tidak dipungkiri karena tetap batik ciprat kalah. Karena batik tulis di Bakaran sudah ada sejak lama. Sehingga batik tulis tidak bisa berkembang, akhirnya sepakat kita kembangkan batik ciprat. Alhamdulillah baru pertama kali di Pati yang mengembangkan batik ciprat di wilayah eks karesidenan Pati,” katanya.

Kemudian PPDI, kata Suratno mengajukan permohonan pelatihan dan disetujui oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, untuk menyelenggarakan pelatihan pabatik ciprat kepada pemuda disabilitas. “Kalau saya sebenarnya fokusnya ke anak-anak autis, tapi tidak menutup kemungkinan. Untuk agar tidak ada kecemburuan, pelatihan ini akhirnya saya gabung antara autis, tuna daksa dan tuna runggu, sehingga sama-sama merasakan dan diperhatikan,” jelasnya.

Selama pengembangan batik ciprat yang dilakukan PPDI, selama pandemi ini banyak yang terjual terutama dari kalangan ASN di lingkungan Pemkab Pati.(Agus Pambudi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar