BI Tegal : 130 Ribu Pelaku UMKM Pakai QRIS

KBRN, Pekalongan : Bank Indonesia (BI) wilayah Eks Karisidenan Pekalongan menargetkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pantura mencapai target tiga juta pengguna pada 2021 ini.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah BI Tegal, Taufik Amrozy melalui Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Dodi Nugraha dalam Acara Sosialisasi Partisipasi Edukasi Publik, Fungsi, dan Peran Bank Indonesia dalam membangun Ekosistem Layanan Keuangan Digital di Hotel Regina Pemalang, Minggu (17/10/2021).

Dalam kesempatan tersebut Dodi Nugraha mengatakan, target tahun 2021 QRIS secara nasional mencapai 12 juta merchant saat ini sudah hampir mencapai target, yakni mencapai 80 persen. Namun, untuk eks Karisidenan Pekalongan, BI Tegal sudah merealisasikan target 130 ribu pengguna, dari target semula 120 ribu pengguna.

“Walaupun sudah memenuhi target, BI Tegal terus memberikan sosialiasi terhadap masyarakat dan pelaku usaha,” bebernya.

Dodi menceritakan, kendala di lapangan saat memberikan edukasi terhadap masyarakat, banyak dijumpai, yaitu susahnya mengubah pola pikir masyarakat dari pembayaran secara tunai untuk perlahan beralih ke QRIS.

“Padahal kami sering melakukan sosialisasi dan sharing-sharing terhadap masyarakat, mereka menganggap saat ini QRIS bukan sebagai kebutuhan yang mendesak,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat, saat ini pihaknya terus menggenjot sosialisasi melalui berbagai media massa, seperti media sosial, radio, televisi, dan juga dengan ivent – ivent lainnya.

“virtual zoom juga sering kami lakukan baik dengan pelaku UMKM maupun ke para pedagang,” ungkapnya.

Dengan adanya terobosan BI dimasa covid memperkenalkan alat pembayaran tunai ke non tunai yakni dengan Qris, hal tersebut secara tidak langsung juga membantu pemerintah menekan angka penyebaran covid.

Dalam Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid meeting (offline dan online) berlangsung dihadiri Anggota DPR RI Komisi XI Prof Dr Hendrawan Supratikno, Anggota DPRD Kabupaten Pemalang Casudi, Yakup Widodo, Dodi Nugraha Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Dr Heriyono Tardjono Tenaga Ahli DPR RI, dan para pelaku UMKM Mikro di wilayah Pantura.

Hendrawan sangat mengapresiasi sosialisasi dan ekukasi Bank Indonesia sebagai mitra DPR RI dan yang lainya seperti Bank Rakyat Indonesia dan juga OJK, juga berbagai kegiatan dalam percepatan penanganan Covid-19, Kementrian Keuangan agar mengalokasikan anggaran untuk penanganan covid dan vaksinasi.

“Oleh karena itu, Bank Indonesia terus melakukan pembagian sembako terhadap warga terdampak Covid –19, Menggelontorkan bantuan Obat-obatan dan APD, Tabung Oksigen dan OJK juga melakukan vaksinasi di sejumlah titik,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat supaya tetap mematuhi aturan pemerintah terkait virus corona. Karena apabila masyarakat tidak mengindahkan himbauan pemerintah, di khawatirkan muncul lagi gelombang ke tiga seperti yang di alami Malaysia dan Singapura.

“Itu sebabnya kita minta masyarakat untuk tetap disiplin kesehatan, protokol kesehatan harus tetap kita jaga, agar jangan sampai meledak kembali,” imbuhnya. (Miftachudin-Pekalongan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00