Ganjar Resmikan BRT Godong -Semarang, Tiket Hanya Rp 2.000

KBRN, Grobogan : Gebrakan baru telah dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah yakni menciptakan layanan transportasi umum aglomerasi di Jawa Tengah. Layanan tersebut berupa Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng rute Terminal Penggaron – Terminal Godong. 

BRT Trans Jateng ini menghubungkan antara Kota Semarang – Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.

BRT Trans Jateng Terminal Penggaron – Terminal Godong diresmikan dengan prosesi pecah kendi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Plt Kepala Dishub Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, peluncuran BRT Trans Jateng Terminal Penggaron – Terminal Godong ini diadakan di Halaman Setda Grobogan.

Prioritas utama dari BRT Trans Jateng ini adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak dan Kota Semarang di bidang transportasi.

Sasarannya adalah buruh, pelajar, veteran atau lansia. Prioritas keduanya adalah penumpang umum.Rute Terminal Penggaron – Terminal Godong ini akan dilayani 14 bus dengan masing masing bus melayani 6 kali perjalanan selama satu hari.

“Kami bertahap mendorong supaya sistem transportasi berjalan dengan baik. Program ini saya pikirkan sejak awal menjabat, tentang gimana caranya membuat angkutan umum yang murah, terjangkau dan baik. Akhirnya dengan adanya Bus Trans Jateng ini,” ujarnya.

BRT Trans Jateng Terminal Penggaron – Terminal Godong ini merupakan rute aglomerasi keenam yang diluncurkan Ganjar Pranowo.BRT Trans Jateng sendiri sudah mulai ada sejak tahun 2017 dengan rute Semarang – Bawen, Pubralingga – Purworejo, Semarang – Kendal, Borobudur – Kutoarjo, dan Solo – Sumberlawang.

Tarif yang dikenakan BRT Trans Jateng Terminal Penggaron – Terminal Godong ini cukup murah yakni Rp 2000 untuk buruh, pelajar, dan veteran. Sementara masyarakat umum lainnya dipatok dengan harga Rp 4000 untuk sekali jalan.

"Kenapa buruh, karena pengeluaran mereka cukup tinggi untuk transportasi. Dengan harga Rp 2000, juga bisa dirasakan para pelajar dan veteran. Selain itu, ya untuk masyarakat umum, agar mereka terlayani dengan baik dan jalanan tidak penuh," ungkapnya.

Ganjar Pranowo sendiri menjelaskan koridor BRT Terminal Penggaron  hanya berakhir di Terminal Godong lantaran belum adanya koridor. Koridor bisa berkembang sesuai dengan kondisi lapangan. Bahkan, Ganjar Pranowo mengungkapkan agar daerah daerah lain bisa menindaklanjuti program ini.

"Tadi saya bicara dengan Bupati Grobogan dan Demak. Saya mendorong agar daerah meneruskan sampai ke desa-desanya, seperti misalnya dilayani Trans Jateng, sampai di daerah ada angkutan terusan sampai ke desa-desa,” katanya.

“Kalau bisa tiketnya terintregrasi, jadi bayarnya hanya sekali dan kalau bisa elektronik. Ini memang belum sempurna tetapi kita mulai dari sekarang,” imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00