Tingkatkan Pendapatan, Dewan Dorong Pengembangan BUMD

KBRN, Semarang : Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Mualim mendukung pengembangan perusahaan daerah dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Semarang. 

Seperti halnya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal yang saat ini bisa memberikan pendapatan ke Pemerintah Kota Semarang dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Apalagi, mengingat saat Pandemi Covid-19 Pemkot Semarang sangat membutuhkan pendapatan dari deviden/laba perusahaan milik daerah tersebut.  

"Kami dari DPRD pada prinsipnya mensupport atau mendukung pengembangan perusahaan daerah. Kalau kami lihat secara real, mereka butuh modal, kami siap memberikan penyertaan modal untuk PDAM misalnya, biar perusahaan daerah itu profitnya makin meningkat untuk menyumbang PAD," ungkapnya.

Pengelolaan tempat wisata milik Pemkot Semarang, lanjut Mualim diharapkan juga bisa memberikan pendapatan ke PAD. 

"Perusahaan di sektor perbankan dalam hal ini BPR Bank Pasar. Bagaimana untuk menambah nasabahnya, sehingga makin banyak yang pinjam di sana, otomatis perputaran uang menjadi makin besar atau devidennya akan naik," bebernya.

Begitu juga, rumah pemotongan hewan (RPH), selama Pandemi Covid-19, terutama masyarakat yang menggunakan jasa pemotongan hewan kurban di RPH meningkat, karena untuk menjaga protokol kesehatan. Dari yang sebelumnya, pemotongan hewan kurban dilakukan oleh panitia kurban di masjid dan di lingkungan masing-masing.   

"Kalau Semarang Zoo karena sejak pandemi Covid-19 tutup total, sehingga belum memberikan devidennya. Terjadi penurunan jumlah pengunjung, meski begitu, pihak Semarang Zoo bisa terus mempromosikan baik di media sosial maupun mengajak rekan dan memberikan citra yang baik tentang Semarang Zoo untuk menambah minat pengunjung," ungkapnya.

Selain itu, seharusnya di tiap BUMD yang tak kalah penting, diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM untuk memberikan perubahan pada perusahaan bisa berkembang dengan inovasi yang dilakukan.

Di sisi lain, perusahaan daerah bisa untuk menyumbang ke PAD, juga memberikan pelayanan optimal ke masyarakat. Diprioritaskan dulu untuk pelayanan publik. Dengan baiknya pelayanan ke masyarakat otomatis deviden akan meningkat. 

Plt Kabag Perekonomian Setda Kota Semarang Anton Siswantoro mengatakan, secara umum pendapatan BUMD ke PAD belum bisa optimal, namun ada beberapa perusahaan daerah yang sudah memberikan pendapatan.

Misalnya, dari total enam BUMD di Kota Semarang, misalnya BPR Bank Pasar sudah ada inovasi, sehingga tahun 2020 lalu bisa, memperoleh pendapatan sebesar Rp 1 miliar. 

"Dan di tahun 2021 pendapatannya juga meningkat menjadi Rp 1,5 miliar. Sedangkan pendapatan dari Bank Jateng, tahun 2020 lalu memperoleh sebesar Rp 30 miliar, dan tahun 2021 menjadi sebesar Rp 32 miliar. Kalau dari PDAM, tahun 2020 lalu bisa menyumbang ke PAD sebesar Rp 20 miliar. Tahun ini 2021 menjadi Rp 30 miliar," terangnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00