Semaan Quran MAS Kembali Dibuka, Diasuh KH Yahya

KBRN, Semarang : Ratusan motor terparkir dibawah tenda seberang Masjid Agung Semarang (MAS). Di serambi MAS, juga terlihat ratusan orang sedang khusyuk mendengarkan tausyiah dari Pengasuh Pondok Pesantren Madinah Munawwarah yang berlokasi di Srondol Wetan, Pedalangan, Banyumanik Kota Semarang, KH Yahya Al Mutamakkin.

Kunzaeni warga Sadeng, Gunungpati Kota Semarang mengaku senang mengikuti pengajian usai shalat dhuhur di MAS. Meski kali ini pengisi pengajian berbeda dibanding tahun lalu.

“Ini Pengajian Semaan Quran. Dulu yang mengasuh KH Ahmad Naqib Noor yang tahun 2020 meninggal dunia,” kata Kunzaeni, Rabu (14/4/2021).

Menurut dia, pengajian Semaan Quran sangat bermanfaat karena berisi amalan keseharian. Selain itu juga ilmu agama yang jarang sekali didapat.

“Kalau Ramadan saya niatkan hadir disini (MAS-red), agar mengetahui ilmu agama,” ujarnya.

20 tahun terakhir aktif di Pengajian Semaan Quran, perasaan sedih sempat muncul karena tahun 2020 ada wabah Covid-19. Kenikmatan bersama jamaah mendengarkan Quran hilang seketika karena pengajian ditiadakan.

“Tahun kemarin Semaan Quran tidak ada karena pandemi, sekarang Alhamdulillah buka lagi,” ucapnya.

Senada, Warga Kudu, Genuk Darjo selama bulan Ramadhan meluangkan waktu khusus agar dapat hadir di Pengajian Semaan Al Quran.

Bekerja dibengkel kendaraan juga ia batasi agar dapat mendalami ilmu agama di bulan penuh berkah ini.

“Kerja bengkel setengah hari, agar siangnya bisa ngaji disini.” Imbuhnya.

Mengunakan sepeda motor, pukul 11.00 WIB Darjo sudah pamit ke atasannya untuk mengikuti Pengajian Semaan Quran. Sambil membawa Quran ia ikut menyimak bacaan dari KH Yahya sembari mendengarkan maknanya.

“Ngajinya enak, Al Qurannya dibaca lalu dijelaskan maknanya, kandungan isinya dan diajari doa-doa,” terangnya.

KH Yahya

Sementara itu KH Yahya usai mengisi Pengajian Semaan Quran mengemukakan, topik yang disampaikan kepada jamaah tentang keseharian. Tema mulai keluarga, pekerjaan dan jodoh disampaikan agar jamaah dapat selalu tersambung dengan Allah SWT.

“Temanya keseharian yang dihadapi. Pekerjaan, jodoh, ekonomi dalam agama ada solusinya. Termasuk doanya agar selalu ingat pada Allah SWT,” bebernya.

Lebih lanjut KH Yahya mengatakan, mengisi Semaan Quran di MAS merupakan amanah dan tanggungjawab yang tidak mudah. Hal ini karena mengantikan peran KH Ahmad Naqil Noor yang selalu istiqomah.

“Ini mengantikan KH Naqib yang istiqomah mengasuh Semaan Quran hingga akhir hayat. Tentu amalan mulia dan tidak mudah. Semoga diberi kemudahan oleh Allah SWT,” tandasnya.

Sekretaris Takmir MAS Muhaimin menambahkan, Pengajian Semaan Quran kembali digelar setelah tahun 2020 lalu ditutup akibat pandemi Covid-19. Tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan dengan membatasi jamaah.

“Tahun lalu ditutup karena pandemi. Selain itu juga pengasuh sebelumnya KH Ahmad Naqib Noor meninggal dunia pada 2020,” ucapnya.

Teknis pelaksanannya, jumlah jamaah maksimal 50 persen dari daya tampung maksimal serambi masjid sebagai lokasi kegiatan. Jika melebihi kapasitas, jamaah diarahkan ke ruang utama MAS dan lantai dua.

“Jamaah tetap bawa masker, jaga jarak. Jika jamaah membludak kita arahkan ke ruang utama dan lantai dua agar bisa menerapkan jaga jarak,” bebernya.

Konsep pengajian dijelaskan, pengasuh membaca Quran dan disimak oleh jamaah. Dalam sela –sela bacaan Quran, pengasuh memberikan penjelasan makna yang terkandung.

“Semaan Quran pada Bulan Ramadhan di MAS sudah berlangsung sekira 50 tahunan. Dulu pengasuhnya KH Abdullah Umar, lalu KH Ahmad Naqib dan kini KH Yahya,” paparnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00