Ibu – Ibu Desa Langgardalam Ikuti Pelatihan Membatik

KBRN, Kudus : Sebanyak 25 ibu – ibu yang tergabung dalam PKK dari Desa Langgardalam, Kecamatan Kota, Senin (20/9/2021) mengikuti pelatihan membatik dengan metode batik cap di Omah Batik Kudus desa setempat. Kegiatan ini merupakan kegiatan dari PKK Pokja 3 di desa Langgardalam.

Panitia Pelatihan Membatik, Qohar mengatakan, kegiatan ini akan berlangsung selama 10 hari. Dengan pelaksanaan praktek selama empat hari. Selebihnya adalah pembukaan, evaluasi, dan penutupan.

“Sebelumnya pada tahun 2019 lalu juga ada kegiatan serupa tetapi mereka mendapatkan pelatihan membatik dengan canting atau batik tulis. Kini mereka mendapatkan pelatihan batik cap," katanya.

Dia berharap, setelah ibu – ibu mendapatkan pelatihan ini dapat ikut mengembangkan batik asli desa Langgardalam.

Bahkan, pihaknya nanti juga akan menyediakan alat sebanyak dua unit alat batik cap lengkap. Dengan demikian, peserta ini dapat membuat sendiri serta mengembangkan kreasi batiknya.

Salah satu peserta Aini (45) mengaku senang dapat ikut dalam pelatihan ini. Diakuinya, disela – sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga terbersit keinginan untuk bisa membatik. Dengan adanya pelatihan ini dirinya menjadi tahu bagaimana cara membatik yang benar meski dengan metode batik cap.

“Ternyata susah mas membatik dengan metode cap ini. Awalnya saya lihat sih mudah, tapi setelah praktik malah gak ada yang jadi saat saya mencoba tadi. Susah juga ya,” tuturnya.

Sementara itu, pengelola Omah Batik Kudus Fadholi mengaku sangat senang dengan kehadiran ibu – ibu PKK desa Langgardalam yang ikut dalam pelatihan membatik ini. Karena sebagai warga desa Langgardalam, ibu- ibu PKK tersebut memiliki kepedulian untuk ikut melestarikan kearifan lokal desanya.

“Kami dari Omah Batik Kudus selama ini mengembangkan batik Kudus motif klasik. Juga mengembangkan batik sebagai perlengkapan alat atau tradisi berbusana dan berkain sarung yang ada di Kudus,” terangnya.

Batik klasik yang dibuat selama ini adalah motif buketan, bunga dan fauna, motif bulan bintang, singa, burung merak. Sementara untuk batik kontemporer yang dibuatnya adalah batik cap dengan motif tetap mengembangkan motif klasik Kudus hanya saja tata letaknya lebih moderen. (Roy Kusuma)  

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00