Klarifikasi Mahasiswanya, Rektor Unnes Berikan Jawaban

KBRN, Semarang : Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Profesor Fathur Rahman berikan klarifikasi terkait tindakan mahasiswanya melaporkan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM. Menurutnya, laporan terkait penerapan uang kuliah tunggal tersebut telah terjawab melalui Peraturan Mendikbud Nomor 25 Tahun 2020.

Dikatakan Prof. Fathur, Permendikbud telah mengatur tentang keringanan UKT bagi mahasiswa yang perekonomiannya terdampak Covid-19. Meski dalam penerapannya tidak dapat disama ratakan.

"Kan Kemendikbud telah mengatur keringanan UKT bagi mahasiswa. Tapi ya tidak semua diberi, kan ya tidak semua perekonomian mahasiswa terimbas Covid," imbuhnya, Kamis (6/8/2020).

Penerapan Permendikbud tentang UKT di Unnes jelas Prof Fathur terbagi dalam empat bentuk. yaitu, pembebasan sementara, pengurangan, perubahan kelompok dan pembayaran secara mengangsur.

"Jadi tidak perlu melaporkan Mendikbud, karena keringanan UKT selama pandemi telah dilakukan," ujarnya.

Bagi mahasiswa yang terdampak secara ekonomi dapat melakukan perubahan data di datapokok.unnes.ac.id. Dari perubahan data pada database, akan menjadi landasan pemberian keringanan UKT kepada mahasiswa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00