Tiga Kali Mediasi, Mahasiswa Dan Rektor UIN Walisonggo Semarang Temui Kata Sepakat

KBRN, Semarang : Organisasi mahasiswa UIN Walisonggo Semarang beserta pimpinan kampusnya, jalin kesepakatan seusai tiga kali mediasi. Keputusan sepakat setelah jajaran rektorat setuju mengabulkan tuntutan mahasiswa. 

"Tuntutan kami terkait keringanan UKT, pengalokasian dana muawanah bagi mahasiswa dan pengratisan UKT bagi mahasiswa yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19," ujar Ketua Dema UIN Walisonggo Semarang Rubait Burhan Hudaya kepada RRI, Kamis (25/6/20).

Dikatakan, kesepakatan terjalin pada mediasi ketiga melibatkan semua organisasi mahasiswa, dari Dema/ Sema tingkat fakultas hingga Universitas UIN Walisonggo. Kesepakatan antara organisasi mahasiswa dan pimpinan kampus akan diterapkan pada semester Gasal 2020. 

"Dalam kesepakatan ini mahasiswa dapat mengajukan keringanan UKT sebesar 15 %. Alokasi dana muawanah sebesar satu miliar rupiah bagi 2.000 mahasiswa, dan gratis UKT bagi mahasiswa yang orang tuanya meninggal akibat Covid -19," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Humas UIN Walisonggo Semarang Astria Amanati, S. Sos, M.M menerangkan, keringanan maupun pengratisan UKT bagi mahasiswa dapat diajukan dengan beberapa persyaratan. Diantaranya permohonan pengajuan dari RT/ RW dan dilengkapi dengan dokumen terkait.

"Selain keringanan UKT sebesar 15 %, mahasiswa juga dapat mengajukan masa perpanjangan membayar atau mengangsur UKT sesuai dengan SK Rektor," imbuh Astria.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00