BPJAMSOSTEK Semarang Majapahit Kembali Gelar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja

KBRN, Semarang : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK)  Kantor Cabang Semarang Majapahit kembali menggelar pelatihan vokasi pekerja Indonesia.

Pelatihan yang dilaksananakan di Lembaga Pendidikan Satpam PT. Produktif Citrasukses, Jl. Hanoman Raya, Krapyak Semarang tersebut diikuti 50 peserta, berlangsung mulai hari ini, hingga tanggal 28 Agustus 2020.

“Hari ini kami membuka pelatihan Satpam Gada Pratama untuk 50 Peserta Pelatihan,” kata kepala Kantor Cabang Semarang Majapahit, Imron Fatoni usai membukaan kegiatan pelatihan Satpam Gada Pratama di Lembaga Pendidikan Satpam PT. Produktif Citraksukses Jl. Hanoman Raya No. 1 Krapyak Semarang, Jumat (14/8/2020).

Menurutnya, Kegiatan Vokasi ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan keahlian para pekerja di Indonesia yang  terdampak/terkena PHK, serta melatih kemampuan dibidang lain, atau memperdalam kemampuan yang mereka miliki sebelumnya.

"Pelaksanaan vokasi kali ini bekerja sama dengan PT Produktif Citrasukses sebagai Lembaga Pendidikan Satpam yang memiliki ijin Pusdiklat Pelatihan Satpam dari Polri serta Kemenaker, setelah bulan lalu kami juga bekerjasama dengan PT Surya Kusuma Nusantara untuk pelatihan operator Forklift sebanyak 100 peserta," tuturnya.

Dijelaskan pula, untuk menjadi peserta pelatihan vokasi syaratnya sangat mudah, yaitu pernah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran lancar minimal 12 bulan, sudah berstatus non aktif, masa berhenti minimal 3 bulan hingga 24 bulan, usia maksimal 50 Tahun dan pelatihan diberikan hanya 1 kali untuk tiap peserta.

"Selama mengikuti kegiatan pelatihan vokasi, seluruh peserta diberikan uang saku dan selesai pelatihan peserta akan mendapat Ijazah Gada Pratama,  sehingga peserta memiliki nilai tambah yang akan berguna ketika melamar pekerjaan sebagai petugas keamanan, dimana saat ini sangat dibutuhkan hampir di seluruh perusahaan," pungkas Imron Fatoni.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT Produktif Citra Sukses Prin Mahadi menambahkan, persyaratan peserta yang mengikuti pelatihan satpam sama dengan pelatihan umum, yaitu pria dengan tinggi badan minimal 165 Cm, wanita tinggi badan minimal 160 Cm, tidak bertato, tidak berkacamata dan memiliki SKCK yang ada sidik jari.

"Pelatihan satpam ini juga mengikuti protokol kesehatan yang ketat, baik peserta maupun pembina yaitu memasuki ruang sterilisasi sebelum memasuki ruangan, mengukur suhu badan, menyediakan tempat cuci tangan/handsanitizer, memakai masker dan faceshield," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kasat Binmas Polrestabes Semarang, AKBP Muh Samdani, selaku inspektur upacara pembukaan. Menurutnya, peserta pelatihan satpam agar selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. (don).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00