Diusulkan Raih WBK, ini Upaya Imigrasi Kelas I TPI Semarang

KBRN, Semarang:  Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang diusulkan  untuk berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). 

Satu proses yang perlu dilewati  untuk mewujudkan perdikat itu ialah lolos penilaian Tim Penilai Nasional (TPN) dari Kementrian Pendayagunaan Apartur  Negra dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Kita sudah dilakukan penilaian oleh TPI dari pusat. Dan alhamdulilah Kantor Imigrasi ini diusulkan ke TPN Kemenpan RB, mudah mudahan kita bisa meraih predikat WBK,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Doni Alfisyahrin kepada RRI saat ditemui dikantornya, Rabu (5/8/2020).

Untuk mencapai target WBK itu sambung Doni, Kantor Imigrasi Semarang menerapkan berbagai program unggulan dalam pelayanan publik antara lain eazy passport milik Direktorat Jendral Imigrasi, serta program lokal seperti Layanan dihari libur (paspor simpatik), layanan Imigrasi Jemput Bola ( Si Jempol Semar) yang diperuntukan bagi kaum difabel dan lansia. 

“Selain itu, ada juga unit layanan paspor di Manunggal jati. Jadi tidak hanya di kantor ini aja tapi ada juga di Manunggal jati,” ujarnya.

Menurutnya melalui sitem layanan itu, secara otomatis tidak hanya mempermudah pelayanan terlebih dimasa pandemi ini namun juga berupaya memberantas calo serta memangkas pungli dengan pembayaran elektronik.

“Program ini sekaligus memudahkan masyarkat dan mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memutus calo,” terangnya.

Doni menyebut saat ini pengurusan paspor juga lebih mudah mengingat telah hadir Aplikasi Antrian Paspor Online (Apapo). Jadi masyarakat tak pelu lagi datang untuk melakukan pendaftaran dan mengatre.

“Jadi saat ini imigrasi seluruh indonesia , untuk pendaftarannya harus melakukan secara online. Sehingga tentu ini kan mempersempit  runag gerak para calo. Jadi pemberantasn calo itu harus dengan sistem,” jelas Doni.

Selain memaksimalkan pelayanan publik, upaya peningkatan pengawasan orang asing hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terus diupayakan.

“Kami memiliki salah satu seksi ntelegen dan tindakan keimigrasian, yang tugasnya melakukan pengawasan orang asing yang menyalahi ijin tinggal atau mungkin melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00