Sambut Idul Qurban, Dishanpan Jateng Gelar Pangan Murah

KBRN, Semarang : Dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Hari Raya Idul Qurban Tahun 1441 H, Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah menggelar pangan murah atau Pasar Mitra Tani yang berlangsung di halaman Kantor Dishanpan Jateng, Komplek Tarubudaya Ungaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Agus Wariyanto menjelaskan, kegiatan pangan murah atau Pasar Mitra Tani yang dilaksanakan seminggu 3 kali yaitu Hari Senin, Rabu dan Jumat selama 3 jam dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB tersebut setiap kegiatan diikuti tidak kurang dari 50 pedagang, dengan omset mencapai Rp.30 juta sampe Rp.50 juta setiap kali penyelenggaraan. 

"Jumlah para pedagang yang turut meramaikan Pasar Mitra Tani  menjelang Idul Adha ini paling tidak ada 50 pedagang dengan jenis dagangan yang berkualitas. Dan pembelinya juga sangat bervariasi untuk bisa mendapatkan akses kebutuhan pangan yang mudah dan murah serta aman," ungkap Agus Wariyanto kepada RRI, Rabu (29/7/2020).

"Ini sungguh luar biasa, sehingga melalui kegiatan Pasar Mitra Tani yang diintegrasikan dengan Toko Tani Indonesia ini sebagai alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan produk pangan yang betul-betul sehat dan murah," imbuhnya.

Produk yang dijual belikan di Pasar Mitra Tani pun sangat lengkap dan murah, seperti beras dengan harga Rp.8.800,-/Kg, bawang putih Rp.20.000,-/Kg, bawang merah Rp.25.000,-/Kg. dan gula pasir Rp.11.000,-/Kg.

"Di sini dijamin barang yang  dijual adalah produk pangan yang betul-betul memenuhi syarat dibidang keamanan pangan," tegasnya.

Menurut Agus, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap, akses terhadap pangan ini jangan sampai terganggu, sehingga masyarakat bisa mendapatkan produk pangan yang mudah dan murah, tetapi juga bisa mengangkat pendapatan para petani.

Kegiatan diselenggaran dengan tetap memperhatikan prorokol kesehatan seperti pengunjung dan pedagang wajib memakai masker, cuci tangan sebelum masuk halaman Kantor Dishanpan dan juga tetap menjaga jarak.

"Dimasa pandemi Covid ini intinya bahwa kita memang tidak mendatangkan masyarakat, karena berkumpulnya masyarakat ini memang diharapkan tidak terjadi. Untuk itu kita tata penyelenggarannya itu tetap memenuhi protokol kesehatan. Yang kita harapkan memang kesadaran masing masing, kita juga sama sama belajar. Sebisanya kita melindungi diri sambil kita menggerakkan ekonomi. Ekonomi pedesaan, ekonomi pertanian dan lain lain," ucap Agus.

"Jadi kalau kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan di setiap Kabupaten/Kota, di halaman-halaman kantor Pemerintahan yang masih luas, ini akan merupakan alternatif untuk membantu masyarakat mendapatkan akses pangan," imbuhnya.

Diungkapkan pula, bahwa produksi pangan untuk Jawa Tengah cukup luar biasa, namun yang menjadi permasalahan karena ada pembatasan-pembatasan, sehingga menghambat jalannya distribusi.

"Nah ini adalah salah satu terobosan untuk mengatasi terhambatnya permasalahan distribusi. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan dan produsen juga bisa menjual dengan harga paling tidak masih menguntungkan bagi produsen," paparnya.

Penyelenggaraan Gelar Pangan Murah sebenarnya diselengarkan sudah sejak 2-3 tahun yang lalu, namun hanya setiap hari Jumat pagi yang disebut Pasar Tani.

"Awalnya kita berikan pelayanan kepada masyarakat hingga Hari Raya Idul Fitri. Tetapi kami berpandangan bahwa Covid belum selesai, akhirnya kita laksanakan terus, ternyata minat masyarakat tetap luar biasa," pungkas Agus. (don).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00