BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Majapahit Adakan Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK Dampak Covid-19

KBRN, Semarang : BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Majapahit melaksanakan pelatihan VOKASI atau  pelatihan ketrampilan untuk memberikan dorongan bagi para pekerja peserta BPJAMSOSTEK yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak pandemic virus corona atau COVID- 19.  

Kegiatan pelatihan Vokasi yang diselenggarakan bekerjasama dengan Lempaga Pelatihan Kerja (LPK) PT. Surya Kusuma Nusantara tersebut diikuti 100 peserta, dilaksanakan di Kampoeng Kopi Banaran Jl Raya Bawen - Solo KM 1.5.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BPJAMSOSTEK Semarang Majapahit Imron Fatoni dan Kepala Bidang Pelayanan, Yetty Laini Yusefa, serta Lutfi Arifiyanto Direktur PT Surya Kusuma Nusantara.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala BPJAMSOSTEK Semarang Majapahit Imron Fatoni menjelaskan, Kegiatan VOKASI merupakan rangkaian dari Pelatihan yang sudah dilaksanakan oleh BPJamsostek sejak tahun 2019, yaitu Vokasi Indonesia Bekerja, yaitu dalam rangka memberikan ketrampilan baru yang akan bermanfaat untuk memperoleh pekerjaan kembali dengan tambahan keahlian pagi para pekerja tersebut.

"Semua peserta yang mengikuti pelatihan Forklift dari BPJamsostek Semarang Majapahit sebanyak 100 orang tersebut akan mendapatkan Sertifikat SIO Operator Forklift, yaitu jaminan lulusan dari kami bahwa mereka adalah SDM yang berkualitas dan siap kerja," ungkapnya

Lebih lanjut Imron menjelaskan, bahwa  BPJAMSOSTEK memiliki target vokasi Nasional sebanyak 25.000 pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sedangkan untuk Semarang Majapahit ± 200 pekerja, tapi tidak menutup kemungkinan akan melebihi target tersebut.

Kepala bidang Pelayanan, Yetty Laini Yusefa menambahkan, pihaknya akan tetap menerima calon peserta Pelatihan. Dengan harapan, lulusan pelatihan forklift memiliki keahlian  dan mendapatkan kesempatan bekerja yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

"Bagi peserta yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang berminat dapat mendaftarkan ke kami guna mengikuti kegiatan VOKASI atau pelatihan ketrampilan tersebut," tuturnya.

Bayu Aji Setyo Wibisono salah satu peserta Pelatihan mengucapkan trimakasih kepada BPJS Ketenegakerjaan Majapahit karena dirinya telah diberikan kesempatan mengikuti pelatihan gratis sebagai tambahan ilmu dan modal mencari pekerjaan.

Sementara itu, Direktur PT Surya Kusuma Nusantara, Lutfi Arifiyanto mengaku bahwa LPK yang dipimpinnya merupakan LPK pertama yang mendapat ijin Pelatihan dari Kemenaker dalam masa Pandemi Covid-19.

Pada Pelatihan Vokasi Gelombang Pertama ini diikuti oleh 100 peserta yang akan dibagi dalam 5 kelas, dengan lama pelatihan per kelasnya selama 5 hari.

Pelatihan Vokasi BPJAMSOSTEK tersebut masih terbuka bagi yang lainnya dengan syarat :

1. Warga negara Indonesia (WNI) dan telah menjadi peserta penerima upah BPJAMSOSTEK dengan nomor induk kependudukan (NIK) yang valid dan diutamakan mengikuti program JHT (Jaminan Hari Tua).

2. Kepesertaan BPJAMSOSTEK minimal 1 tahun atau 12 bulan.

3. Besaran upah yang dilaporkan minimal sebesar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) terendah di Indonesia, mengalami PHK.

4. Masa berhenti paling singkat 1 bulan dan paling lama 24 bulan sebelum terdaftar menjadi peserta program tersebut.

5. Tidak terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK.

6. Maksimum berusia 40 tahun. 

7. Pelatihan vokasi hanya diberikan satu kali bagi setiap peserta dan bersedia mengikuti ketentuan pelatihan vokasi BPJS Ketenagakerjaan.

Program Pelatihan Vokasi ini diberikan secara gratis, dengan fasilitas free biaya pelatihan, sertifikat dan uang saku. (don).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00