Masjid Lasem Buat Disinfektan Dari Daun Sirih

KBRN, Rembang : Di tengah wabah virus covid-19, berbagai pihak melakukan berbagai upaya untuk pencegahan penyebarannya, tak terkecuali para pengurus masjid.

Di masjid jami' Lasem Kabupaten Rembang, para pengurus masjid memiliki cara unik untuk mensterilkan orang yang akan masuk ke masjid. Salah satunya yakni membuat bilik disinfektan yang berbahan herbal.

Disinfektan yang disemprotkan ke tubuh manusia dibuat dari air rebusan daun sirih. Hal itu sudah dipraktekkan, Jum' at ( 4/4/2020). Satu persatu jama'ah yang hendak mengikuti sholat Jum'at harus masuk ke bilik tersebut dan disemprot secara otomatis.

Salah satu pengurus Masjid Jami Lasem, Abdullah Hamid kepada RRI, Sabtu (4/4/2020) menyebut disinfektan dari daun sirih selain menindaklanjuti anjuran dari WHO yang menyatakan tidak dianjurkan menyenprot disinfektan ke tubuh manusia juga dapat menghemat biaya.

“Untuk bahan pembuatan cairan disinfektan herbal, pengurus masjid Jami menggunakan air rebusan daun sirih. Ya selain kesadaran itu (anjuran WHO tidak menyemprotkan disinfektan ke tubuh) , dari segi pengeluaran juga lebih hemat, ungkapnya.

Disinfektan dari daun sirih tidak berbau menyengat. Sekali produksi pembuatan cairan disinfektan herbal sebanyak 50 liter air dan membutuhkan beberapa keranjang daun sirih.

Penggunaan bilik sterilisasi digunakan saat sholat Jum'at saja. Sedangkan di hari- hari biasa pengurus masjid menyediakan hand sanitizer berbahan daun sirih dan tempat cuci tangan dengan sabun. (Mifta)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00