Kearifan Lokal Efektif Edukasi Masyarakat tentang Corona

KBRN, Semarang : Kirprah Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dalam  mengedukasi masyarakat terkait mewabahnya virus Corona pantas mendapat pujian. Setidaknya hingga 26 Maret 2020 Japelidi telah memproduksi konten jaga diri dan keluarga lawan Covid 19 dalam 43 bahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan Mandarin.

Hal itu tentunya sangat membantu masyarakat untuk mendapat informasi yang benar ditengah membanjirnya informasi yang tidak valid.

Lalu kiprah Japelidi di lapangan dalam sosialisasi mengatasi meluasnya Corona seperti apa?.

Manurut salah satu anggota Japelidi, yang juga dosen Ilmu Komunikasi Unissula, Made Adnjani MSi MIKom, Japelidi memiliki jaringan yang tersebar di 30 kota Indonesia, jadi jaringan ini bergerak dengan berkolaborasi dan gotong royong baik secara internal maupun eksternal. Dengan kata lain didalam Japelidi kami bergerak bersama dengan koordinasi dilakukan secara daring untuk kemudian secara luring.

"Secara luring, Japelidi telah mencapai desa- desa meskipun masih terbatas. Contohnya di Jawa Tengah, jaringannya berkolaborasi dengan perangkat desa dan ibu- ibu di Pemkab Grobogan dan Blora. Sementara di Kaltim bekerjasama dengan para guru, di Bali jaringan yang bergerak adalah jaringan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mengedarkan flayers di desa mereka masing masing," tutur Made, Kamis (2/4/20).

Bahkan menurutnya, ada mahasiswa yang saat pulang kampung ke Timika Papua membantu mencetak dan menyebarkannya di sana. Tercatat sedikitnya telah ada sepuluh desa di Bali yang telah dilibatkan. Di Yogyakarta jaringan juga tersebar luas dengan bekerjasma dengan Polsek dan perkumpulan ibu- ibu.

Kegiatan luring dilakukan oleh tim Japelidi dan warga dengan membagikan poster, selebaran, dan spanduk ditempat tempat strategis di berbagi daerah Jakarta, Yogyakarta, Bali, Salatiga, Semarang, Lamongan, Malang, Bandung, Ponorogo, Depok dan Surabaya," tutur Made.

Disamping itu juga disosialisasikan di Sukabumi, Blora, Grobogan, Bogor, Banjarmasin, Kulonprogo, Gresik, Tegal, Wonogiri, Cilacap, Magelang, NTT, Kutai, NTB, Timika, Kabupaten Semarang, Lombok Timur, Lampung, dan Samarinda.

"Cakupan wilayah ini masih terus bertambah seiring bertambahnya dukungan warga," ungkap Made.

Made juga menjelaskan bahwa sosialisasi yang dilakukan Japelidi tersebut mendapat respon masyarakat baik secara daring maupun luring sangat luar biasa.

"Yang mengharukan adalah gotong royong teman teman yang ternyata mampu menyemangati yang lain untuk bergerak bersama ke berbagai lapisan masyarakat. Kearifan lokal seperti gotong royong dan saling peduli menjadi penting dalam kondisi seperti ini,” pungkasnya. (don).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00