Polda Jateng Sikat Ormas Meresahkan, 7 Remaja Dibekuk.

KBRN, Sukoharjo: Polda Jawa Tengah beserta jajaran tegaskan tak tebang pilih dalam menindak kejahatan yang meresahkan masyarakat. 

"Polda Jateng tak tinggal diam terhadap pelaku yang tindakannya meresahkan," kata Direskrimum. 

Hal itu ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum)  Polda Jateng, Kombes Pol Budhi Haryanto saat memaparkan penindakan dan penyitaan barang bukti di Sukoharjo,  Jumat (24/1/2020)

Tidak terkecuali kasus pengeroyokan antar ormas yang menyebabkan 4 korban asal Kartasura Sukoharjo terluka. 

Menurutnya,  kini Polda Jateng telah menetapkan 7 tersangka atas pengeroyokan yang melibatkan 2 perguruan silat yang berbeda itu. 

"Kejadianya tanggal 15 Januari 2020 pukul 00.54 WIB di Warung angkringan, " katanya. 

Disebutkan ke 7 tersangka tersebut yakni RM (20), AZ (20), MT (21), SK (25), FH (19), AS dan VR (15).

Diceritakan,  mulanya para pelaku itu melihat rekannya terluka. Kemudian,  seraya melimpahkan amarahnya,  4 anggota pesilat dari perguruan lain menjadi korban pengroyokan. 

"Penyebabnya ya arogansi,  merasa paling kuat, " tuturnya. 

Ke 4 korban yang masih menyandang status pelajar tersebut yakni MD (17), DD (18), FK (17), RK (18).

Atas kasus ini 5 remaja cukup umur dijerat pasal 170 KUHP tentang kekerasan dan atau pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan. Sementara 2 tersangka lainnya dijatuhi diverai karna masih dibawah umur. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00