Wacana Hapus UN, Komisi E Jateng: Sesuai Penyempurnaan Kurikulum 2013

KBRN, Semarang: Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto mendukung langkah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang mewacanakan menghapus Ujian Nasional (UN) secara esensi.

“Kalau saya melihat situasi perkembangan dunia dan masyarakat ini memang harus ada cara lain dalam rangka menguji dan mengukur kompetensi anak,” kata Yudi seraya mendukung evaluasi belajar alternative selain UN.

Hal tersebut dikemukakan Yudi saat dimintai tanggapan terkait wacana penghapusan UN usai kegiatan Dialog Interaktif Pimpinan Dewan, Anggota Dewan, Komisi DPRD Provinsi Jawa Tengah Melalui Media Massa di DPRD Jateng, Senin ( 2/12/2019)

Menurutnya, pendidikan di Indonesia perlu belajar dari negera luar yang tak hanya berkiblat pada pendidikan kognitif saja.

“Kalau pendidikan kita ini kan kognitif kan , ngapalin, ngitung – itung. Padahal anak – anak kita banyak yang industry kreativenya bagus, jadi mari kita arahkan dengan kompetensinya masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan melalui metode evaluasi pembelajaran klasik, banyak peserta didik yang sebenarnya memiliki kompetesi tertentu dipaksa untuk menguasai kemampuan kognitif.

“Jadi nanti harapannya anak- anak itu mulai terpilah dengan kompetensi masing masing, kalau yang sekaran g ini anak-anak dipaksa, mau hobynya melukis ga peduli lulus ga lulus ya tergantung Matematikanya, IPA, IPs dll,” ujarnya.

Yudi menilai upaya penghapusan UN juga selaras dengan kurikulum 2013 yang disempurnakan.

“Basenya itu kan kurikulum 2013 disempurnakan, bahwa disitu selain kognitif juga ada penilaian kepribadian, kemampuan intelektual pribadi. Nah saat itu semua digeser menjadi individual skill yang gesernya ga banyak banget,” jelasnya.

Meski, sejalan dengan program penyempurnaan kurikulum 2013, namun penghapusan UN membutuhkan pematangan jika diterapkan.

“Sehingga kalau itu mau diterapkan mau cepat ya relative ya, kalau itu mau diterapkan di kota yang no problem tapi kalau di plosok ini problem,” pungkasnya.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00