Din Syamsudin Menilai Isu Pendidikan Lebih Menarik Dari Larangan Cadar

KBRN, Semarang : Mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah Din Syamsudin menanggapi isu radikalisme yang dikaitkan dengan cara berpakaian masyarakat. Bahkan, ia menilai isu tersebut tidak perlu diperdebatkan karena akan menguras energi.

“Sudahlah jangan bahas cadar dan celana cingkrang lalu dikaitkan dengan penganut radikalisme. Masih banyak hal tentang kemiskinan, pendidikan dan karakter diera milenial yang perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya seusai menghadiri pengajian akbar dalam rangkaian musyawarah pemuda Muhammadiyah di Kampus Unimus Semarang, Sabtu (9/11/2019). 

Menurutnya, banyak isu nasional yang layak untuk dibicarakan daripada membahas simbol penganut paham tertentu. Dicontohkan dalam pancasila banyak point yang dapat diuraikan untuk kemakmuran bangsa Indonesia.

“Daripada membahas simbol, lebih baik membahas Pancasila, bagaimana aplikasi terhadap sila pertama hingga kelima. Jangan hanya diklaim kami Pancasila namun sikap dan perbuatannya berseberangan dengan Pancasila,” imbuhnya. 

Din Syamsudin yang juga mantan ketua MUI Pusat tersebut juga mengemukakan, diera milenial penanaman nilai-nilai kemanusian seperti kerukunan, gotong royong dan etika sosial penting dilakukan melalui dunia pendidikan. Bahkan usulan tersebut mendapat perhatian serius dari Mendikbud yang baru Nadiem Makarim.

“Kemarin saya mengelar pertemuan dengan mas Menteri Nadiem Makarim. Dalam pertemuan tersebut Mendikbud setuju penanaman nilai-nilai pancasila perlu dimasukan dalam kurikulum pendidikan,” jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00