Kejati Jateng Selidiki Dugaan Korupsi Senilai 1,9 M di BRI Kendal

KBRN, Semarang: Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Jawa Tengah telah mengeluarkan surat penyelidikan terkait dugaan pemotongan kredit BRI didaerah Kendal sejak 15 Oktober 2019.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ketut Sumedana mengatakan dijadwalkan Kejati Jateng akan mulai memeriksa 6 saksi dari Kantor Unit BRI Kendal pada 17 Oktober esok.

“Kapan dipriksa kamis ini sudah dateng 6 orang kita panggil, dari pusat dulu karena yang lapor kan dari investigasi kantor cabang Semarang dan itu kantor unitnya Kendal," katanya saat ditemui RRI di Kantornya, Rabu (16/10/2019)

Ditargetkan kasus ini dapat diusut tuntas dalam 2 minggu kedepan.

“Mudah mudahan dalam 2 minggu sudah  terdapat peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan, kalau bisa sudah ada penetapan tersangkanya,” ujarnya.

Menurutnya perkara baru yang modusnya mirip dengan dugaan kredit fiktif BRI Purbalingga ini ditaksir potensi kerugian negara mencapai Rp 1,9 miliar.

“Estimasi kerugian negaranya 1,9 miliar lebih, yang sudah dikembalikan 200 juta. Jadi masih kurang 1,7 miliar lagi yang belum dikembalikan hasil investigasi dari internal BRI,” katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00