Gelar Budaya Nyadran Kali Desa Wisata Kandri

KBRN, Semarang : Desa Wisata Kandri, Kota Semarang kembali menyelenggarakan Gelar Budaya Nyadran Kali, Minggu (16/1/2022). Gelar budaya ini yang kedua kalinya diselenggarakan di desa wisata Kandri.

Ketua Pengelola Desa Wisata Kandri, Masduki mengatakan, gelar budaya Nyadran Kali akan diawali dengan pengambilan air suci dari tujuh sumber mata air, dan pengambilan air suci yang terakhir akan diambil dari sumber mata air kali Kidul.

“Tari-tarian akan mengiringi seluruh prosesi pengambilan air suci yang akan dilakukan pada malam nanti” ucap Masduki kepada RRI Semarang, Sabtu (15/1/2022).

Masduki menjelaskan, Air suci dari tujuh sumber mata air sebelum di bawa ke Ndalem Palereman akan dibawa ke Sendang Gede untuk di doakan oleh para tokoh-tokoh termasuk juru kunci.

Esok paginya air suci ini akan di kirab dengan beberapa properti diantaranya gong, kepala kerbau, tumpeng dan lainnya.

Saat kirab, ibu-ibu dari warga desa wisata kandri masing-masing akan membawa satu bakul nasi dan daun pisang untuk nanti di makan bersama di sendang gede.

Masduki menjelaskan, gelar budaya nyadran kali mundur dari jadwal kegiatannya. Semestinya diselenggarakan di hari kamis kliwon bulan jumadil akhir, namun karena di bulan jumadil akhir ini tidak ada kamis kliwon, maka rencannya dimajukan pada kamis kliwon di jumadil awal. Karena kondisi pandemi Covid-19 dan status PPKM di kota semarang, akhirnya diundur pada 16 Januari 2022.

Penyelenggaraan gelar budaya nyadran kali tahun ini, akan mematuhi ketentuan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, hingga menjaga jarak.

“Wisatawan yang mau datang di Gelar Budaya Nyadran Kali Desa Kandri harus tetap menjaga protokol kesehatan,” imbau Masduki.

Kegiatan gelar budaya nyadran kali di dewa wisata Kandri ini melibatkan seluruh tokoh masyarakat di desa kandri termasuk Pokdarwis dan Karang Taruna desa Kandri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar