PPKM Level 4, Villa di Bandungan Bak Rumah Hantu

KBRN, Semarang : Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menimbulkan dampak merugikan pada sektor pariwisata. Baik obyek wisata maupun vila kini sepi, termasuk juga di kawasan Bandungan yang jadi ikon pariwisata Kabupaten Semarang. 

Kawasan Bandungan yang berada di lereng Gunung Ungaran kerap menjadi jujukan masyarakat perkotaan untuk penyegaran atau refreshing. Pengunjung datang ke Bandungan tidak hanya merasakan keindahan alam, tapi juga bisa menikmati kuliner, wisata edukatif, sampai merasakan penginapan hawa dingin.

Namun, imbas pandemi Covid-19 yang melanda sejak setahun silam membuat hotel dan penginapan jadi terbengkalai, lantaran hanya segelintir wisatawan yang bermalam. Alhasil, bukan hanya manajemen yang terpuruk, tetapi pekerja yang menggantungkan nasibnya di sektor wisata turut menjerit. 

Pekerja kebun di vila Panggung dan Cemara, Purwanto mengaku, setelah PPKM Darurat bergulir dan berlanjut pada PPKM level 4, rekan kerjanya mulai ada yang dirumahkan.

Menurutnya, imbas pengunjung di vila yang hanya hitungan jari sejak di hantam pandemi. Pihak manajemen memutuskan pekerja yang merawat vila jumlahnya di pangkas 50 persen.

"Yang di buka kan area resto jadi di batasi 25 persen dari kapasitas. Biasanya yang kerja orangnya banyak tapi sekarang jadi sedikit. Sekarang di batasi 50 persen," ungkapnya sembari menyiangi rumput di pekarangan villa ketika ditemui rri.co.id, Kamis (29/7/2021)

Di tengah kesibukannya,  Purwanto bercerita sebelum kondisi pariwisata kelimpungan akibat di terjang pandemi Covid-19, villa yang berada satu atap dengan Umbul Sidomukti tiap pekan tak pernah sepi pengunjung. Bahkan, ketika memasuki libur panjang sampai menolak pengunjung.

"Kalau pas normal dulu tiap weekend selalu penuh, disini ada 15 villa. Tapi sejak pandemi pengunjungnya pun cuma sekitar 5-7 orang. Apalagi pas PPKM sepi banget," imbuhnya

Sekarang, nasib wisata di kawasan Umbul Sidomukti masih belum menemui titik terang. Kendati demikian, para pekerja yang mengadu nasib dari sektor pariwisata berharap Pemerintah segera memberi kelonggaran operasional obyek wisata. 

Tujuannya agar puluhan masyarakat bisa kembali beraktivitas dan merasakan gemerlap pariwisata Bandungan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00