Terdampak PPKM Darurat, Pelaku Pariwisata Kibarkan Bendera Putih

KBRN, Pati : Para pelaku pariwisata di Kabupaten Pati, baik biro perjalanan maupun perusahaan otobus menggelar aksi damai menyusul kebijakan pemerintah memperpanjang PPKM Darurat dengan PPKM Level IV. Aksi iring-iringan bus pariwisata itu keliling kota, berangkat dari taman kota, menuju Stadion Joyokusumo, depan Polres Pati Jl A Yani, Jl Dr Susanto, berhenti sebentar di Simpang Lima, kemudian menuju Jl Sudirman, dan kembali ke garasi masing-masing. 

Dalam aksi kali ini, para pelaku pariwisata mengibarkan bendera putih yang menandakan mereka menyerah atas kebijakan PPKM yang diberlakukan pemerintah. Mereka tidak sanggup lagi dengan kebijakan yang dinilai mematikan sumber penghidupannya.

Dampak dari penerapan kebijakan tersebut, 95 persen pelaku pariwisata berhenti total, dan tidak bisa berbuat banyak. Harapannya, setelah relaksasi PPKM yang rencananya tanggal 26 Juli mendatang, sektor pariwisata bisa lebih diperhatikan.

"Kami harus dikasih jalan untuk hidup, karena selama ini benar-benar mati. Pendapatan nol, karena semua obyek wisata ditutup, jadi tidak ada orang ditindak segala macam. Kami mengerti memang isunya covid, ada kerumunan tapi saya pikir itu bisa diatur oleh pemerintah,” demikian Koordinator Aksi Damai Pelaku Pariwisata, Kasiadi. 

Menurut dia, pariwisata sekarang ini menyerah. Padahal, dulu dielu-elukan sebagai penyumbang devisa termasuk terbesar di Indonesia.

“Kami hanya mengingatkan lagi, bahwa pariwisata juga penting untuk sektor perekonomian. Untuk masyarakat penting, lebih penting lagi kami pelaku pariwisata, sehingga aksi ini diharapkan bisa menggugah pemerintah untuk lebih memberikan perhatian kepada sektor pariwisata.  

Kasiadi mengaku, hingga sekarang sudah banyak pelaku parisiwata yang menjual armadanya, karena relaksasi angsuran hanya omong kosong. Kebijakan relaksasi angsuran diserahkan kembali ke perusahaan sewa guna usaha dan bank.

Mereka yang terlibat aksi damai itu, dari biro perjalanan wisata dan perusahaan otobus anggota Asosiasi Agen Travel dan Tour Indonesia (ASITA) Pati. (Agus Pambudi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00