Terang Bulan, Jajanan Ngehits Era 90-an

KBRN, Demak : Mengenal namanya tentu tak asing bagi generasi 90'an untuk mencicipi lezatnya jajanan sekolahan satu ini.

Kue terang bulan, dengan warnanya yang begitu terang layaknya kilau cahaya rembulan, begitupun dengan rasanya yang begitu manis, legit, dan membuat penikmatnya selalu merindukan cita rasanya.

Di era munculnya kuliner moderen, eksistensi jajanan satu ini mulai tergusur dan kehilangan pamornya. Namun, di ruas jalan Semarang-Purwodadi tepatnya di depan SPBU Karangawen dapat di jumpai pedagang jajanan legendaris ini.

Pedagang terang bulan, Joko menuturkan bagi penikmatnya jajanan satu ini memiliki nostalgia terutama bagi generasi yang lahir di tahun 1990 sampai awal 2000 untuk mengenang indahnya cerita ketika mengenyam bangku sekolah.

"Masih banyak di cari, soalnya kan membuat konsumen mengenang masa-masa saat sekolah," ungkapnya, Kamis (22/7/2021).

Ia bercerita, sejak dua tahun silam kembali terjun untuk berjualan jajanan tradisional sembari turut melestarikan makanan yang fenomenal bagi anak usia sekolah di masa lalu. Kendati terkadang sulit di cari keberadaannya, namun di sentra kuliner tertentu pamornya masih begitu terlihat.

"Kalau di sekitar Giant Tlogosari, dan kawasan Simpang 5 itu sebelum pandemi kemarin omzetnya bisa sampai 400 bahkan 500 ribu," imbuhnya

Adapun, meski pesonanya tak seperti dulu, tetapi puluhan pembeli masih terus mencari keberadannya yang mulai hilang di telan terpaan jajanan modern.

Harganya begitu bersahabat, untuk seporsinya cukup di banderol dengan harga Rp 8 ribu. Ada dua varian rasa yakni coklat dan stroberi yang dapat dinikmati pecinta kuliner dengan rasa manis yang dominan.

Ketika disinggung mengenai pendapatannya, pria asal Demak tersebut mengaku dalam sehari khususnya di masa pandemi dirinya hanya bisa mengantongi Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu.

Sementara, Ifa seorang pembeli menuturkan meski harus menempuh jarak puluhan kilometer dari rumahnya, ia tetap mencari terang bulan lantaran kecintannya akan jajanan tradisional dan belum bisa digantikan oleh kuliner apapun.

"Kan sudah seneng jadi, biarpun jaraknya jauh dari rumah ya tetap tak cari soalnya udah suka sama rasanya jadi susah di ganti apapun," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00