34 Lukisan Dipamerkan di Lobi Hotel Atria Magelang

KBRN, Magelang : Sebanyak 34 lukisan karya lima  pelukis asal Semarang yang tergabung dalam “ Kelompok 5 Rupa” dipamerkan di Lobby Hotel Atria Kota Magelang. 

Kelima pelukis dari “Kelompok 5 Rupa” Semarang tersebut yakni Giovanni Susanto, Yoyok Barokalloh, Harry Titut, Hary Laksono dan Goenarso. Selain itu, juga dipamerkan karya lukis dari perupa asal Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, yakni Agus Muchtadji.

Ke-34 lukisan karya  enam perupa yan bertajuk “Artpaintour 4” tersebut akan  dipajang di Bateeq Lounge Hotel Atria Magelang selama 14 hari ke depan , yakni hingga 18 Desember 2021.

General Manager Atria Hotel Magelang, Candra Irawan pada pembukaan pameran lukisan , Sabtu (4/12) mengatakan, pameran lukisan  tersebut dilakukan dalam rangka menyambut HUT ke- 9 hotel berbintang 4 yang ada di Jalan Jenderal Sudirman Magelang.

Selain itu, pameran lukisan  tersebut  merupakan pameran pertama yang dilaksanakan oleh Atria Hotel .

“ Ini merupakan pameran lukisan pertama  yang dilakukan Atria Hotel dan juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-9 Atria Hotel,” kata Candra.

Menurutnya, pelaksanaan pameran seni rupa tersebut juga merupakan wujud komitmen dari manajemen hotel untuk menjadikan Atria Hotel sebagai pusat seni budaya Magelang.

Ia menambahkan,  untuk pertama kalinya manajemen hotel melakukan kerjasama dengan para penggiat seni di Magelang dan sekitarnya, yakni pada tahun 2015 silam dengan menggandeng  “Komunitas Magelang Kembali”, kemudian menggelar acara bersama  Borobudur Writers & Cultural Festival (  wadah wahana pertemuan bagi para penulis baik fiksi maupun non fiksi, para pekerja kreatif, aktivis budaya dan keagamaan). Kemudian, bersama dengan Komunitas Lima Gunung saat menggelar donasi bagi korban bencana di Palu, Sulawesi dan lainnya.

“Dan di tahun 2021 ini, kami menggandeng lima pelukis asal Semarang dan seorang perupa asal Kabupaten Magelang,” imbuhnya.

 Sementara itu, Giovanni Susanto, Ketua “ Kelompok 5  Rupa” mengatakan, pameran seni rupa yang digelar di Atria Hotel Magelang ini, merupakan rangkaian dari empat pameran yang sebelumnya digelar dirinya bersama empat orang perupa asal ‘Kota Lumpia” itu.

Ia mengaku, sejak pandemic covid-19 di tahun lalu, para perupa dari “Kelompok 5 Rupa” tersebut memamerkan karya-karyanya dari café ke café yang ada di Kota Semarang. Dan, juga pernah memajang karya-karyanya di kawasan Kota Lama Semarang beberapa waktu lalu.

“Kedatangan kami ke Magelang ini selain pameran, juga dalam rangka silaturahmi dengan seniman-seniman   yang ada di Magelang,” kata pelukis aliran surealisme itu.

Goivanni menambahkan,   pada pameran tersebut dirinya bersama dengan rekan-rekannya tidak membuat tema khusus. Karena, dari para pelukis yang terlibat dalam pameran tersebut mempunyai aliran yang berbeda- beda.

Yakni,  Yoyok Barokallah  menggunakan acuan impressionisme sebagai pijakan berkarya. Kemudian,  Harry Titut beraliran realis,  Harry Laksono aliran yang ditekuninya surealisme.

“Sedangkan, Goenarso kecenderungannya melukis abstrak, dan  Agus Muchtadji dalam membuat karya lukis bernuansa tropis Indonesia ,” ujarnya. Dyas

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar