FOKUS: #VAKSIN COVID-19

14 Hari Berjuang, Jurnalis RRI Bebas Covid-19

Selama perawatan intensif ruang isolasi khusus, Pradityo merasa tidak bisa melepas rasa rindu kepada keluarga khususnya anak yang masih berusia tiga bulan. Dia hanya bisa berdoa memohon kesembuhan.

"Kalau dibilang kangen, ya kangen sekali. Terbaring lemas, yang bisa saya lakukan hanya mainan handpone, video call sama keluarga," jelasnya.

Dinas Kesehatan Semarang melakukan tracking keluarga dan hasil non reaktif semua, serta diminta untuk karantina mandiri di rumah.

Ayah meninggal

Setelah diperbolehkan pulang, bukannya senang, justru mendapat kabar sang ayah terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan perjalanan luar kota, serta dirawat di Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang dari tanggal 2 November 2020.

"Kondisi waktu itu informasinya ayah di UGD masih sempat whatsapp an sama saya. Dia bilang baik-baik dan hanya sesak saja, tapi beberapa hari kok sudah tidak sadarkan diri," terangnya.

Sang ayah tidak boleh dijenguk, sama seperti dirinya. Hingga rumah sakit mengabarkan sang ayah meninggal dunia pada 10 November 2020 pukul 21.30 wib serta segera dimakamkan.

Adit berpesan, baik bagi sesama jurnalis maupun masyarakat secara umum untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu rajin mencuci tangan, memakai masker dan social distancing.

“Ini pengalaman berharga, baik untuk saya secara pribadi dan keluarga, virus ini ada dan ayo kita harus merubah pola hidup kita agar semakin sehat,” pungkas Adit.

Halaman 3 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00