FOKUS: #VAKSIN COVID-19

14 Hari Berjuang, Jurnalis RRI Bebas Covid-19

"Suhu tubuh tinggi 40 derajad, rasanya demam tinggi, tidak kunjung turun,” ujar Adit, dengan mata berkaca-kaca kepada rri.co.id.

Ia semakin merana saat sesak nafas, dan arus memakai alat bantuan oksigen.

“Beruntung saya cepat ditangani medis, kondisi secara klinis positif. Saya tidak bisa bayangkan kalau terlambat penanganannya bagaimana keadaan saya saat itu," tambahnya.

Berkat doa keluarga, sahabat dan semua pihak hari keenam malam membaik, kemudian ia dipindah ke rumah dinas Wali Kota dengan ambulance.

“Alhamdullilah, jam 22.00 di hari ke enam atau tanggal 28/11/2020 dipindah ke tempat karantina di Rumah Dinas Walikota Semarang,” tuturnya.

Di tempat baru ini, ia bisa berjemur bahkan mulai berolahraga dengan masyarakat yang terpapar Covid-19. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo  sempat mengunjungi rumah dinas Wali  Kota ini, saat para pasien berolahraga.

Berangsur-angsur Adit membaik, dan hari ke 14 ia diperbolehkan pulang. Sebanyak 11 kali dilakukan swab hingga hasilnya negative.

Awal mula terserang Corona, Pradityo mengaku ketika sedang meliput kegiatan pertempuran lima hari di Semarang 15 Oktober 2020.

Pada waktu itu intensitas hujan tinggi membuat beberapa orang lainnya berteduh yang menimbulkan kerumunan di tenda.

Keesokan harinya kondisi kesehatannya menurun. Mulai demam tinggi dan lemas disertai sesak nafas, oleh orangtuanya diminta untuk memeriksakan diri ke rumah sakit dan di swab hasil positif.

"Langsung kami diisolasi di ruang perawatan. Di ruangan sendirian tidak ada hiburan, sedih rasanya,” tambahnya.

Mau beranjak tempat tidur rasanya tubuh ini tidak kuat masih sesak untuk nafas saat itu aktivitas yang dilakukan cuma minum obat vitamin C dan penurun panas.

Selanjutnya : Pengantar

Halaman 2 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00