Jalan Menuju Generasi Emas

STUNTING masih menjadi tantangan besar sumber daya manusia, terutama selama pandemi Covid-19. Ironisnya, sebanyak 156.549 balita di Jawa Tengah mengalami stunting, sebagai dampak praktik pengasuhan yang tidak baik, kurangnya akses makanan bergizi dan air bersih, hingga terbatasnya layanan kesehatan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa yang tangguh, PT Pertamina Patra Niaga Jawa bagian Tengah  menyalurkan bantuan pemberian  makanan tambahan (PMT)  untuk 16 posyandu serta peralatan-peralatan protokol kesehatan (prokes) kepada kader posyandu yang tersebar di 16 RW Kelurahan Tanjungmas, Kota Semarang.

Ketua Tim penggerak PKK Kelurahan Tanjungmas Semarang Asih Margo Haryadi mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, kegiatan posyandu sempat berhenti. Namun seiring dengan menurunnya kasus positif Covid-19, kegiatan mulai berjalan dengan penerapan prokes yang ketat.  

Ia juga mengakui angka stunting di wilayahnya tertinggi se-Kecamatan Semarang Utara, sehingga perlu penaganan serius dari semua pihak termasuk Pertamina.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih sekali kepada PT Pertamina sehati yang telah membantu kami khususnya balita untuk stunting, bantuannya mendapatkan alat untuk kegiatan posyandu dan juga kami dibantu pemberian  makanan tambahan khusus balita stunting, kebebetulan di wilayah kami angka stunting tinggi,” ungkap Asih Margo Haryadi.

Sebelumnya, PT Pertamina juga menyelenggrakan kegiatan pemberdayaan kader posyandu di Semarang, tepatnya di Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur dan di Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara.

Program tersebut dijalankan salah satunya dalam bentuk pelatihan kepada 130 kader posyandu sebagai pendamping pemenuhan asupan gizi balita. 

Warga RT8/ RW5 Kelurahan Tanjungmas, Semarang Tutut Ivani mengakui pemberian makanan tambahan dan suplemen sangat membantu. Selama masa pendemi saat ini, pemenuhan asupan gizi untuk anak tercintanya  berkurang.

Namun dengan adanya bantuan pemberian makanan tambahan dari PT Pertamina dapat menambah asupan gizi buah hatinya.

“Ya, ini bagus sekali. Sangat membantu untuk motivasi ibu agar  mau memberikan asupan yang bergizi buat anak – anaknya,” tandasnya.

Warga RT3/ RW3, Martini mengungkapkan hal sama. Untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi bagi anaknya yang berusia balita dalam kondisi pandemi Covid-19, saat ini memang memberatkan. Selain ada pembatasan kegiatan masyarakat, juga pendapatannya yang menurun.

“Sangat senang mendapat bantuan dari Pertamina, karena sudah membantu anak saya memenuhi asupan gizinya, apalagi ditengah pandemi menurunkan pendapatan karena ada PPKM, nah ini sangat membantu bagi warga Tanjungmas Semarang,” jelas Martini.

Upaya pemenuhan gizi melalui asupan makanan tambahan dan edukasi untuk mencegah stunting dilakukan  dengan menggerakkan Puskemas dan Posyandu. Ketua Pokja 4 PKK Kecamanatan Semarang Utara, Puji Lestari berharap, angka stunting di wilayah kerjanya dapat ditekan semaksimal mungkin.

Dia berharap, Pertamina memperluas pemberian makanan tambahan khususnya disetiap kelurahan yang ada dipesisir pantai.

“Yang diberikan PT Pertamina itukan hanya di Kelurahan Tanjungmas, kami kan membawahi sembilan kelurahan. Jadi mohon kalau memang berkenan, dari Pertamina juga membantu kelurahan lain yang juga membutuhkan bantuan makanan tambahan asupan gizi untuk balita,” pinta Puji Lestari.

Sekretaris Camat Semarang Utara Margo Haryadi mengakui, masyarakat  Kelurahan Tanjungmas yang  sebagaian besar bermata pencaharian buruh ini memiliki  tingkat kemiskinan masih tinggi. Kondisi ini mempengaruhi pemenuhan asupan gizi bagi balita, sehingga perlu perhatian dari semua pihak.

“Ya jadi CSR Pertamina kami juga dibantu untuk penanganan stunting berupa asupan makanan tambahan, sarana prasarana posyandu, yang semuanya membantu warga kami memenuhi gizi anaknya terutama ditengah pandemic Covid-19 ini,” tandasnya.

Menurut Margo Haryadi, perlu memperkuat peran posyandu guna mendukung program pencegahan kekerdilan atau stunting. Giatkan upaya preventif, dengan memaksimalkan peran posyandu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak menjadi sangat penting.

Bagaimana tidak, anak pada usia emas, perlu diberikan nutrisi yang baik sesuai dengan yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan. Tentu dengan melakukan berbagai upaya pencegahan stunting maka  akan menjadi jalan menuju generasi emas sehinga terciptanya SDM unggul.

Dengan dukungan dari semua pihak termasuk PT Pertamina dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang ikut peduli dengan nasib genrasi penerus, maka tercapainya Generasi Emas 2045  suatu keniscayaan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00