Kisah Pilu Pekerja Seni Sinden di Grobogan

KBRN, Grobogan : Nasib pilu dialami pekerja seni, Sukarti atau lebih dikenal Mbak Pungki, warga Dusun Tambakselo, Desa Jatiharjo, Pulokulon, Kabupaten Grobogan ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tidak diketahui kapan berakhirnya. 

Sudah hampir dua tahun, para pekerja seni Sinden atau Waranggono, seperti Mbak Pungki tidak bekerja. Dampaknya, barang berharga yang ada di rumah, turut dijual untuk bertahan hidup.

Ibu dua anak ini sudah 11 tahun ditinggal sang suami menghadap Yang Maha Kuasa, sehingga dirinya harus menghidupi ibunya yang sudah lanjut usia, termasuk dua anaknya. 

Dia tak tahu lagi, bagaimana untuk makan di hari esok. Pasalnya, selama virus Korona atau Covid-19 ditetapkan pandemi oleh pemerintah, maka kerja waranggono bak kucing-kucingan dengan satgas.

Puncaknya ketika mereka letih akibat pentas yang kerap dibubarkan seniman tradisional itu memutuskan tak bekerja.  

Sukarti harus bisa mencari cara, supaya bisa bertahan hidup. Hingga akhirnya harus menjual barang berharga yang dimiliki di rumah. Selain itu, utang juga menjadi pilihan di saat sudah tidak ada jalan keluar untuk menyambung hidupnya. Terpenting halal bagi dirinya dan keluarganya.

Dia terpaksa harus bekerja mencari rumput dan tebon untuk makan ternak sapi yang dimiliki oleh tetangganya, dengan upah seminimal mungkin sambil menyanyi. Dirinya juga mencari rumput agar hatinya terhibur.

“Yang penting saya dapat upah dari mencari rumput dan tebon,untuk bisa makan mereka dan ibunya yang saat ini menjadi tanggungannya,” tandasnya. 

Saat memberi makan ternak sapi, dia menyempatkan menyanyikan gending Jawa untuk menghibur dirinya. Situasinya sangat berat, sehingga ia berharap ada kelonggaran ditengah PPKM agar waranggono bisa tetap bekerja.

Selain itu, Kepala Forkapi Kabupaten Grobogan Hardono mengatakah, para pelestari seni juga akan siap menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya mendukung pemerintah memutus penyebaran Covid-19.

Pekerja seni juga siap menaati prokes pencegahan Covid-19, dengan menerapkan 5M, di antaranya menggunakan masker mencuci tangan pakai sabun dengan air bersih, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00