Komunitas Ontoseno Mengenang Perjuangan Masyarakat Kudus Era Kolonial

KBRN, Kudus : Sebanyak 30 dari total 78 orang anggota komunitas Ontho Sepeda Kuno (Ontoseno) yang terdiri atas para purnawirawan TNI/Polri maupun pensiunan PNS, melaksanakan kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan RI.

Kegiatan yang mereka lakukan tergolong unik yakni menggelar acara membaca puisi serta menyanyikan lagu – lagu perjuangan. Kegiatan ini berlangsung di bekas stasiun kereta api Kudus yang ikut menghiasi dan memiliki cerita sejarah pendudukan Belanda di kota Kretek.

Ketua Komunitas Ontoseno, Sancaka Dwi Supani mengatakan, kegiatan hari ini selain untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 76 juga deklarasi Komunitas Ontoseno. Anggota komunitas Ontoseno harus bermanfaat bagi orang lain.

Selain itu, komunitas ini juga ikut menegakkan negara kesatuan RI, mengamalkan Pancasila serta UUD 1945 dan menumbuhkan rasa Bhinneka Tunggal Ika.

Pria yang akrab disapa Supani itu mengatakan, dengan kondisi pandemi saat ini, anggota Komunitas Ontoseno juga ikut membantu pemerintah dalam mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah, serta memutus mata rantai penularan Covid-19.

Apabila, saat perjuangan dulu pejuang melawan Belanda maka tahun ini melawan Covid-19.

“Kami sengaja mengambil lokasi serta tema peringatan HUT Kemerdekaan RI di bekas stasiun ini karena tempat ini menjadi saksi bisu yang masih ada keberadaannya. Tempat ini saat agresi militer Belanda ke II pada Desember tahun 1948 silam menjadi tempat bertempurnya para pejuang RI untuk membendung Belanda masuk ke Kudus,” kata Supani, Selasa (17/8/2021).

Ketika itu, Belanda datang ke Kudus dengan menumpang kereta api dan dihadang para pejuang yang dipimpin oleh Mayor Kusmanto. Sebelumnya, para pejuang sudah menghadang Belanda diwilayah Tanggulangin. Namun karena dapat dipukul mundur oleh Belanda, maka para pejuang melanjutkan penghadangan di stasiun Kudus ini.

Bahkan bukti bekas peluru yang menyasar disekitar stasiun Kudus pun masih terlihat menembus kaca stasiun yang hingga kini masih ada bekasnya.

Menurut dia, cerita itu menjadi kenangan yang tidak bisa terlupakan. Karenanya, kegiatan komunitas Ontoseno yang dilaksanakan dibekas stasiun ini sebagai wujud mengenang perjuangan rakyat Kudus dalam melawan tentara Belanda yang ingin menguasai kembali kedaulatan RI. (Roy Kusuma)   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00