Gadaikan Rumah Untuk Modal Usaha Kerajinan Sangkar Burung

KBRN, Grobogan : Warga Desa Teguhan, Grobogan, Jawa Tengah, Maryono yang dulu kerja sebagai tenaga proyek di Jakarta, kini membuat usaha sendiri dengan modal hutang bank milik pemerintah. Ia mengambil kredit, dengan jaminan sertifikat rumah dan tanahnya.

Situasi pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan negara di belahan dunia, membuat dirinya bersama rekan-rekannya  harus menerima kenyataan akan sepinya pekerjaan proyek. Padahal, Maryono mempunyai tangungan satu istri dan dua anak.

Dia pun harus memutar otak, agar bisa terus menghidupi keluarganya. “Selama menganggur, saya mempunyai gagasan untuk membuat kerajinan sangkar burung seperti yang dilakukan para tetangganya,” kata Maryono.

Bermodal nekat dan uang pinjaman bank, dia ingin memperbaiki perekonomian keluarga. Pinjaman sebesar Rp 15 juta, dijadikan modal awal usahanya. 

“Saya awalnya merasa khawatir tidak bisa mengembalikan pinjaman dari bank, karena cuma ingin mencoba usaha lain, rumah satu satunya yang saya tempati juga bisa dilelang bank, jika dirinya tidak sanggup untuk mengembalikan pinjaman,” tandasnya.

Maryono pun mencoba berpikir positif. Ia mencoba membuka usaha dan modal awal dibelikan peralatan dan kayu jati limbah yang didapat dari perusahaan mebel, tak jauh dari desanya.

Pertama kali, dirinya membuat sangkar dengan hanya dibantu dengan anak menantunya. Sebanyak 100 sangkar burung dibuatnya dan dijual secara keliling dan online. Banyak konsumen tertarik dengan sangkar buatannya.

Lambat laun, Maryono dan anak menantunya sedikit kerepotan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Hingga akhirnya, mereka mencoba mengambil karyawan dari para tetangganya yang saat itu menganggur untuk diajak membuat sangkar burung.

Tidak hanya para kaum pria yang direkurut untuk bekerja dengan dirinya, namun kaum wanita juga diajak untuk ikut membuat  kerajinan sangkar burung miliknya.

Maryono juga mengatakan, hasil jerih payahnya selama ini sudah menuai hasil dalam satu tahun ini. Omzetnya sudah mencapai puluhan juta rupia  per minggunya.

Sangkar burung yang dimilikinya tersebut saat ini sudah terjual dibeberapa kota besar seperti, Jakarta, Jambi, Bogor, Semarang, Tangerang, Karawang, Banten, dan daerah sekitar Grobogan.

Harga sangkar dipatok satu set isi tiga sangkar sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 375 ribu. Dalam satu minggu, dirinya bisa mengirim ke beberapa pelanggan sebanyak 200 sangkar burung hasil buatannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00