Waspada Demam Berdarah Ditengah Pandemi Corona

KBRN, Semarang : Pada masa pandemi corona masyarakat juga diminta untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengan pola hidup bersih. Selain pembatasan berkerumun, pemberantasan sarang nyamuk penting dilakukan untuk mencegah perkembangan virus dengue.

Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang dr Susi Herawati kepada RRI, Minggu (26/4/2020).

Menurutnya, meski angka pasien demam berdarah tahun ini turun dibanding periode lalu, namun masyarakat harus tetap waspada karena dapat menyebabkan kematian. Apalagi pada masa pandemi corona masyarakat cenderung lebih banyak dirumah, sehingga kebersihan rumah penting dilakukan untuk mencegah perkembangan penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Bulan Maret 2019 kami merawat 237 pasien DB, sementara Maret 2020, 80 pasien DB. Dari angka memang turun, tapi tetap harus waspada karena dapat menyebabkan kematian,” terangnya.

Dijelaskan dr Susi, waspada terhadap Covid -19 dan demam berdarah perlu dilakukan bersamaan lantaran mempunyai gejala yang sama yakni diawali dengan demam. Jika Covid -19 dicegah dengan membatasi kegiatan diluar rumah, sedangkan untuk demam berdarah berupaya memberantas sarang nyamuk.

 “Jika terjadi demam, mual, bintik-bintik pada kulit segera periksakan ke puskesmas, rumah sakit atau klinik karena itu merupakan indikasi demam berdarah,” ujarnya.

Untuk mencegahnya, dr Susi menjelaskan dengan cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), rutin menguras tempat penampungan air dan menjaga kebersihan ruangan. Sementara untuk pengunaan obat nyamuk, dianjurkan untuk memakai yang oleh lantaran aman bagi pernafasan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00