Semen Gresik Berkomitmen Lestarikan Budaya Bangsa

KBRN, Rembang : Di zaman serba maju dan mengarah pada kemajuan teknologi, eksistensi seni budaya terus diperjuangkan. Upaya tersebut juga dilakukan oleh PT.Semen Gresik ditengah kesibukannya bersaing di dunia persemenan baik di Indonesia maupun di pasar Internasional.

Hal itu tergambar saat peringatan ulang tahunnya ke-6. Bertempat di komplek pabrik Semen Gresik Rembang, mereka menggelar pertunjukkan wayang kulit, Selasa (3/2/2020) malam. Dengan Dalang Ki Sigit Ariyanto lakon yang dibawakan yakni Gatotkaca Winisuda.

Mereka juga mengundang Mbah Lasiyo asal Desa Klopoduwur, Banjarejo, Blora. Turut mendampingi Mbah Lasiyo, sebanyak 19 warga sedulur sikep lainnya.

"Sinden Agnes Serfozo asal Hungaria sengaja kita undang karena Semen Gresik ingin menyisipkan pesan jika bule saja peduli dengan budaya dan kearifan lokal. Maka mestinya kita lebih dari itu," kata Direktur Keuangan dan SDM PT Semen Gresik Muchammad Supriyadi.

Sedang pesan yang ingin disampaikan lewat "Gatotkaca Winisuda" adalah berbagai kontribusi positif yang sudah dilakukan Semen Gresik akan tetap dan bahkan terus dimaksimalkan agar lebih bisa dirasakan manfaatnya oleh berbagai elemen.

Menurut Supriyadi komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta berkontribusi positif bagi daerah itu diwujudkan dengan SG Peduli, SG Cerdas, SG Prima dan SG Lestari. Dari sisi anggaran, sejak tahun 2014 - 2019, Semen Gresik sudah mengucurkan anggaran untuk progam CSR sebesar Rp92,8 miliar. Bentuk kegiatan mulai dari pemberdayaan desa, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, air bersih, pelestarian alam, sosial keagamaan dan lain sebagainya.

Semen Gresik juga memiliki progam Forum Masyarakat Madani (FMM) yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2018. Progam ini ibarat stimulus untuk mempercepat pembangunan dan sekaligus pemberdayaan masyarakat desa sekitar perusahaan.

Tahun 2020, anggaran yang dikucurkan untuk progam FMM sebesar Rp1,75 miliar. Ada enam desa di sekitar perusahaan yang disasar. Yakni Desa Kadiwono, Timbrangan, Pasucen, Kajar dan Tegaldowo Kabupaten Rembang dan Desa Ngampel Kabupaten Blora.

"Minimal 30 persen dari anggaran FMM itu wajib untuk pemberdayaan. Kita berharap, lewat upaya ini desa sekitar Semen Gresik lebih mandiri dan memiliki daya saing. Ujung dari proses itu juga berdampak positif untuk perekonomian dan sektor-sektor lain di desa tersebut," tandas Supriyadi.

Sementara itu Sekda Rembang Subakti mengapresiasi pagelaran wayang kulit yang digelar Semen Gresik. Terkait kontribusi Semen Gresik dalam berbagai aspek, mengacungi jempol, contohnya dalam hal membantu kekeringan. Meski begitu, pihaknya berharap upaya serupa khususnya pemberdayaan Bumdes juga bisa dilaksanakan di desa lain, tidak hanya sekitar perusahaan.

"Selain pemberdataan masyarakat , seni budaya lainnya kami harapkan ke depan juga bisa disentuh, " imbuhnya.

Dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk itu turut hadir Direksi dan Komisaris PT Semen Gresik, jajaran forkompinda serta kepala desa, tokoh masyarakat serta warga dari desa sekitar perusahaan. (Mifta)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00