Curah Hujan Tinggi, Pembudidaya Udang Vaname Rugi Ratusan Juta

KBRN, Semarang : Tingginy curah hujan di Jawa Tengah berdampak pada pembudidaya udang vaname. Ketua Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Jawa Tengah Riyono mengatakan, awal Januari 2022, pembudidaya udang Vaname binaannya di Kabupaten Pemalang rugi ratusan juta rupiah akibat banjir.

“Untuk benih tebaran 6,5 juta benur, rugi mencapai Rp 300 juta. Itu belum termasuk pakannya, tenaganya, obatnya. Jika ditotal kerugian perorang bisa mencapai Rp 400 juta,” ucap Riyono dalam dialog Lintas Semarang Pagi, Jumat (21/1/2022).

Dia menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air meluap ke tambak dan membuat benur hilang terbawa banjir. Selain itu, hujan yang deras berpengaruh pada kualitas air yang bisa  mengakibatkan pada kematian udang.

“Sebelumnya terdapat laporan akibat hujan deras sehingga muncul banyak penyakit yang menyebabkan kematian dini pada udang usia 20 hari dan kerugian mencapai Rp 50 juta,” jelas Riyono yang juga anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah.

Tidak hanya pembudidaya, kondisi paceklik juga dialami oleh para nelayan terutama yang menggunakan kapal dibawah 10 GT. Meskipun demikian, Riyono mengungkapkan, masih ada nelayan yang tetap nekat untuk melaut demi memenuhi kebutuhan hidup.

“temen-temen yang nangkap rajungan itu masih berangkat melaut. Cukup beresiko sebenarnya tetapi mau bagaimana lagi penghasilan utamanya dari melaut” ungkap Riyono.

Untuk kapal-kapal yang besar, Sebagian ada yang libur karena ombaknya besar sehingga resikonya sangat besar jika tetap memaksa melaut.

Saat ini para nelayan terus mengupdate informasi cuaca dari BMKG untuk menjadi referensi prakiraan cuaca termasuk tinggi gelombang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar