Kisah Pramono, Pengepul Susu Sukses Yang Bersahaja

Pramono vdi depan pabrik susunya

KBRN, Boyolali: Penampilannya sangat sederhana, rambut memutih kulit agak legam tidak terlihat kalau Pramono 63 tahun adalah pengepul susu sukses. Pria paruh baya asal Boyolali Jawa Tengah hanya berijazah SD ini mampu menghasilkan omset lima milyar rupiah setiap bulan

Ditemui RRI di rumahnya di desa Singosari kecamatan Mojosongo Boyolali Jawa Tengah yang juga tempat usahanya, Selasa (19/1/2022) Pramono menceritakan awal mula usahanya.

Tahun 1987 sebagai peternak sapi dengan 13 ekor sapi. "Tiga tahun kemudian menjadi 40 ekor. Dari sapi potong saya beralih menjadi ternak sapi perah," ungkapnya

Saat ini Pramono menjadi pengepul  untuk 1200 peternak di lima kecamatan di Boyolali. Memasok susu sapi segar 26 ribu setiap hari ke sejumlah industri pabrik di beberapa daerah. Sejumlah sarana dimiliki Pramono, selain cool storage juga truck tronton pengangkut susu.

"Ada 50 pekerja yang membantu saya yang bekerja shift pagi dan sore untuk memerah susu," katanya

Suka duka menjadi pengepul susu juga dirasakannya. Tergantung dari berbagai faktor misalnya cuaca. Bahkan kerugian juga sering dialaminya. Namun tidak pernah merumahkan pekerjanya

"Sapi itu juga punya insting, ia niteni ( mengingat) orang yang memerahnya. Kalau ganti orang bisa ngambek (merajuk) tidak keluar susunya,, kan jadi rugi" kata Pramono

Prinsipnya menjadi peternak susu sapi perah sangat menguntungkan tinggal pengelolaannya. Paling tidak 10 juta rupiah setiap bulan dari  10-13 ekor sapi

Pandemi diungkapkan bapak delapan orang anak ini justru meningkat permintaannya. Sebelum pandemi memasok 25 ribu saat ini mencapai 26 ribu.

Sukses menjadi peternak sapi terbuka lebar. Hanya saja Pramono berharap kepada pemerintah atau pemda memberikan sosialisasi kepada para peternak supaya mereka dapat menjadi peternak yang handal

"Saat ini peternaknya ada, sapinya ada, industri bersaing, mau apa lagi? Tinggal pemerintah memperhatikan apa yang mereka butuhkan termasuk pajak. Saya membayar pajak usaha 200 juta," katanya

Berbahasa jawa kental,mbah Pram panggilan akrabnya mengatakan tidak punya cita cita yang muluk

"Saya ingin jadi orang baik yang bermanfaat bagi banyak orang," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar