Peresmian Program Electrifying Agricultural Bagi Perkebunan Melon

KBRN, Blora : Bupati Blora Arief Rohman bersama General Manager PLN Jateng - DIY, M Irwansyah Putra meresmikan program Electrifying Agriculture untuk perkebunan melon di kawasan Embung Kedungsambi, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo.

Peresmian dilakukan bupati dengan menekan saklar yang telah tersambung jaringan listrik PLN untuk mendukung operasional perkebunan buah melon di Desa Klopoduwur yang dikelola BUMDes Samin Mandiri.

Pada kesempatan itu, Irwansyah menyampaikan, program Electrifying Agriculture ini merupkan wujud dukungan BUMN khususnya PLN untuk turut serta memajukan sektor pertanian.

“PLN sebagai salah satu BUMN di Indonesia mempunyai program penyaluran listrik berupa Electrifying Agriculture untuk mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, salah satunya untuk kebun melon yang ada di Desa Klopoduwur ini. Semoga bisa mendukung peningkatan hasil kebun melonnya,” ungkap Irwansyah, Sabtu (16/10/2021). 

Dengan adanya jaringan listrik bantuan dari PLN ini, perkebunan melon yang mempunyai daya tanam sebanyak 3000 pohon lebih di kawasan Embung Kedungsambi Desa Klopoduwur bisa memperoleh penyiraman air secara elektronik. Dengan sistem penyiraman injeksi.

Kepala Desa Klopoduwur, Hery Sugiharto, merasa senang atas keberhasilan bantuan program ini yang sudah diupayakan Bupati bersama PLN.

“Perkebunan melon ini sebelum ada listrik kesusahan melakukan penyiraman karena jumlahnya ribuan pohon. Padahal pemyiraman dilakukan setiap hari. Namun kini adanya listrik bisa membantu kami. Selain untuk penyiraman kebun melon juga untuk operasional Pamsimas yang memanfaatkan air Embung Kedungsambi,” ungkapnya. 

Untuk jenis melon yang ditanam menurut Kades adalah varietas golden aroma, dengan kulit hijau dan daging kuning kemerahan. Yang masa tanamnya sekitar 3 bulan.

“Ada dua green house melon disini, yang atas kapasitas sekiar 1300 pohon, sedangkan yang bawag 1700 an pohon. Yang atas sudah panen sekali dan ini akan penanaman kembali, sedangkan yang bawah ini baru usia 35 hari sehingga buahnya masih kecil,” terangnya. 

Arief Rohman, pun mendukung adanya program electrifying agriculture yang dipersembahkan PLN dan berharap bisa dikembangkan di wilayah lainnya.

“Program ini sebenarnya sudah lama diidamkan Pak Kades Klopoduwur, bahkan setiap hari saya ditagih untuk mengupayakan pembangunan jaringan listrik dari PLN ini mengingat lokasi perkebunannya jauh dari pemukiman,” jelasnya. (Ramananda) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00