Prokes Ketat, One Vote One Value

Pilkada Serentak (Foto Istimewa)

KBRN, Semarang : Pilkada 9 Desember 2020 di tengah pandemi Covid-19, menjadi perhelatan demokrasi yang sungguh-sungguh menjadi perhatian berbagai pihak.

Apalagi saat pungut hitung, di tahun sebelumnya menjadi tempat berkumpulnya pendukung yang ingin tahu hasil akhir, mengetahui siapa pemenangnya.

Baca Juga : Pilkada di Tengah Pandemi dan Siaga Merapi

Namun kali ini, warga masyarakat pemilih, pendukung harus waspada, menahan diri, harus patuh protokol kesehatan jika tidak ingin muncul klaster baru.

Berbagai upaya dilakukan, baik penyenggara pemilihan, pemilih maupun semua pihak harus benar-benar saling menjaga satu dengan yang lain.  

Sudah dibuat skema baru yang akan diterapkan pada Pilkada 9 Desember 2020 nanti.

Sedikitnya 12 aturan dibuat sebagai langkah penyesuaian dengan pandemi Covid-19.  Yaitu, jumlah pemilih di tiap TPS dibatasi maksimal 500 orang dari sebelumnya 800 orang.

Baca Juga : Guru Potret Masa Depan Bangsa

Mekanisme baru pengaturan kedatangan pemilih, di formulir C6 diberikan jam agar masyarakat datang secara berkala.

Pengalaman sebelumnya, pemilih datang di pick season-nya, biasanya 10 atau 11 ketika urusan domestik di rumah sudah selesai.

Selanjutnya : Pengantar

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00