Mitos Siklus Merapi (bagian 2)

mbah_maridjan_dokumentasi_jogja_archive_1.jpg

KBRN, Semarang : Sepuluh tahun lebih berlalu, saat itu pasca statusnya dinaikkan dari Siaga menjadi Awas, Merapi tak henti-hentinya memuntahkan awan panas (wedhus gembel) sejak 17.02 WIB, Selasa 26 Oktober 2010.

Gunung yang berada di Sleman, Boyolali dengan tinggi 2.930 meter mengalami serangkaian erupsi diiringi awan panas dan banjir lahar dingin yang terjadi sampai beberapa bulan.

Baca : Mitos Siklus Merapi (bagian 1)

Awan panas itu seketika melumat habis apapun yang dilewatinya, sedikitnya 353 korban meninggal, sekitar 320.090 pengungsi, warga kehilangan hewan ternak, ribuan rumah rusak, batalnya penerbangan dan kerugian mencapai triliunan.

Keganasan Merapi pun merenggut nyawa Mbah Maridjan (83), akibat hantaman awan panas 600 derajat celcius dan ditemukan dalam posisi bersujud di rumahnya, di Dusun Kinahrejo, Cangkringan Sleman yang berjarak sekitar empat kilometer dari puncak Merapi.

Pria bergelar Mas Penewu Suraksohargo sendiri merupakan kuncen atau juru kunci Merapi sejak 1982. Setiap Gunung Merapi akan meletus, warga setempat selalu menunggu komando dari beliau untuk mengungsi.

Baca Juga : Merapi Memanggil 

Kesetiaan Mbah Maridjan “menjaga' Merapi hingga akhirnya hayatnya menyentuh hati siapa saja yang mendengarkan kisahnya.

Pria sepuh itu menolak mengungsi meski dibujuk Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X dan dijemput mobil evakuasi.

Mbah Maridjan tetap tinggal di rumah untuk menepati janjinya terhadap mendiang Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang mengangkatnya sebagai juru kunci Gunung Merapi pada 1982.

Padahal saat status Merapi sudah ditingkatkan,  40.000 warga yang tinggal di radius 10 kilometer dievakuasi.

Kini kuncen Merapi, setelah tewasnya Mbah Maridjan adalah Mas Bekel Anom Suraksosihono. Pria yang disapa Mbah Asih ini adalah putra dari Mbah Maridjan.

Selanjutnya : Pengantar

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00