Mas Hendy Positif Covid-19

Setyo Maharso menyampaikan kondisi Hendy (Foto Istimewa)

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akhirnya mengungkapkan bahwa dirinya positif Covid-19, Selasa (4/10/2020) malam.

Kondisi Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi itu disampaikan oleh kerabat dekatnya. Satu fenomena yang jarang dilakukan pejabat publik.

Tampilnya Setyo Maharso (kakak ipar Hendi) sebagai juru bicara menunjukkan bahwa calon petahana itu menempatkan dirinya selaku rakyat biasa, sekaligus melihat masyarakat kota Semarang sebagai keluarganya.

Hendi paham betul selaku calon petahana yang sedang cuti sebagai Wali Kota tidak mengumumkan kondisinya itu melalui protokoler pemerintah Kota Semarang.

Pernyataan Setyo Maharso menjadi ending yang manis dalam mengakhiri polemik dan spekulasi media massa yang membingungkan masyarakat Semarang dalam dua hari terakhir.

Maklum, sejak Minggu (2/11/2020) Hendi dikabarkan positif Covid-19,  Kadinkes, pejabat Rumah Sakit Wongsonegoro, dan Rumah Sakit Pusat Kariadi Semarang terkesan menutupi.

Bahkan pada Selasa (3/11/2020), Ketua Tim Pemenangan, Kadarlusman menyatakan bantahannya bahwa Hendi kecapekan karena padatnya kegiatan kampanye.

Keterbukaan keluarga Hendi sebagai public figure  itu merupakan kabar yang ditunggu masyarakat Semarang.

Warga kota Semarang yang sudah maju dalam berbagai bidang, menilai pernyataan itu sudah seharusnya di era keterbukaan saat ini. Bagaimanapun positif Covid-19 bukanlah aib.

Sejumlah pejabat negara maupun daerah sudah ada beberapa yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19. Sebagian ada yang dinyatakan sembuh, namun ada juga yang meninggal dunia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi salah satu yang terinfeksi dan sudah dinyatakan bebas dari virus tersebut.

Pemimpin daerah yang dipastikan terjangkit virus corona diantaranya  Wali Kota Bogor Bima Arya. Ia dinyatakan positif, selama 22 hari menjalani perawatan dinyatakan sehat.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana terinfeksi virus corona. Yana diketahui positif terinfeksi Covid-19 dari unggahan di Instagram miliknya pada 23 Maret 2020. Menjalankan isolasi mandiri selama 11 hari di rumahnya serta dinyatakan sembuh.

Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana melakukan tes swab dan hasilnya positif terinfeksi virus corona.  Informasi ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, 24 Maret lalu setelah menjalani perawatan selama 20 hari, Cellica dinyatakan sembuh.

Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor Sang Bupati diketahui positif Covid-19 saat hasil swab yang dilakukannya keluar pada 3 April 2020. Hasil ini diketahui sehari setelah Aptripel meninggal dunia di RSU Wahidin Sudiro Husodo Makassar sehari sebelumnya.

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin menjalani tes swab dan diketahui positif Covid-19 pada 28 April 2020, akhirnya dinyatakan sembuh.

Wali Kota Tanjung Pinang Syahrul Sempat memiliki gejala sesak napas, batuk, dan demam, akhirnya menjalani tes swab yang hasilnya positif Covid-19. Pada 11 April 2020. Syahrul menjalani perawatan, namun di hari 17 dinyatakan meninggal dunia.

Pernyataan keluarga Hendi sekaligus menjadi sinyal kepada warga Semarang untuk lebih mematuhi protokol kesehatan karena virus Covid-19 tidak mengenal status, golongan atau strata.

Wali Kota pun manusia biasa seperti kebanyakan rakyat Semarang.

Siapapun bisa terjangkit, jadi jangan lengah!!!

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00